Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Wednesday, February 22, 2017

Pertahankan Iman Dengan Telaah Kisah Para Khalifah

al Fath al Mubin
Setiap pejuang pasti punya pengikut ataupun sahabat yang selalu membantu dalam perjuangan mereka. Begitu pula Rasulullah, beliau memiliki sahabat-sahabat yang setia membantu dakwah beliau. Mereka adalah generasi muslimin terbaik yang berani dan mau melakukan apapun demi ridha Allah dan Rasul-Nya.

Tentunya, generasi istimewa seperti mereka mempunyai keunggulan dan keutamaan tersendiri. Tapi, hanyalah empat sahabat yang terpilih untuk tampil memimpin sahabat lainnya dan melanjutkan estafet kepemimpinan Rasulullah. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Mereka lebih dikenal sebagai al Khulafa’ al Rasyidin.

Sudah banyak kitab-kitab ulama muslimin yang menjelaskan tentang keutamaan dan keistimewaan mereka. Kitab al Fath al Mubin adalah salah satunya. Kitab ini merupakan karangan Mufti Makkah, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Imam yang lahir tahun 1817 M ini merupakan contoh penulis muslim yang produktif.

Beliau menerangkan bahwa kitab ini terbagi menjadi enam bagian: Pembuka, empat bab inti lalu penutup. Terlihat sekali bahwa beliau mengarang kitab ini untuk menjelaskan bahwa mencaci dan menghina sahabat adalah perbuatan salah. Hanya golongan sesatlah yang melakukan perbuatan keji tersebut.

Dalam muqaddimah, beliau menjelaskan bahwa ada suatu golongan yang menjadikan sahabat sebagai sasaran fitnah kejam mereka serta mengklaim dengan kefasikan. Lalu, beliau membantah fitnah tersebut dengan menyebutkan beberapa ayat al Quran seperti surat al Fath ayat 18 dan 28.

Beliau juga menjelaskan bahwa ikhtilaf (perbedaan pendapat) yang terjadi di antara mereka disebabkan oleh perbedaan ijtihad, dan semua perbedaan itu bertujuan untuk menegakkan agama. Maka, semua pihak berhak mendapat pahala atas ijtihad-nya.

Dalam tiap bab, beliau menyebutkan dalil al Quran sebelum hadits-hadits yang menerangkan soal keutamaan Khulafa’ al Rasyidin. Sayyid Ahmad juga membahas sedikit tentang sejarah para khalifah seperti keberanian, keadilan dan wafat mereka. Tak lupa proses pelantikan dan baiat mereka.

Selain beberapa peristiwa yang umum terjadi pada semua khalifah, beliau juga menyebutkan karakteristik khusus mereka. Mulai dari Abu Bakar, Umar, Utsman hingga Ali. Sayyid Ahmad tidak lupa menceritakan perdebatan para sahabat sebelum dilantiknya Abu Bakar. Juga cerita Muwafaqotu Umar dalam bab keutamaan Umar.

Seperti yang penulis jelaskan di awal, bahwa latar belakang Sayyid Ahmad mengarang kitab ini adalah menjelaskan pada khalayak muslimin bahwa mencela dan memfitnah sahabat adalah perbuatan yang tercela bahkan sesat. Demi tujuan ini, seringkali pengarang membahas fitnah-fitnah yang tertuju pada para khalifah di semua bab. Contohnya pada saat membahas Abu Bakar, beliau menceritakan adanya fitnah yang tersebar bahwa Ali menolak kepemimpinan Abu Bakar atas dasar wasiat Rasulullah kepada Ali. Beliau berpendapat bahwa cerita itu adalah kebohongan yang keji. Tak lupa beliau menjelaskan argumen-argumen yang membuktikan kesesatan tersebut.

Selain kisah yang penulis sebutkan, masih banyak fitnah-fitnah lain yang pengarang jelaskan di dalam kitab. Sebut saja perang Shiffin, perang Jamal, dll. Sayyid Ahmad berpendapat bahwa semua sahabat yang terjerumus dalam fitnah seperti Muawiyah, Aisyah dan Zubair, mereka bertindak atas dasar ijtihad masing-masing. Tentunya, para sahabat memilih apapun yang terbaik bagi Islam. Karena inilah, semuanya berhak mendapatkan pahala berijitihad. Meskipun sebagian dari mereka salah dalam mengambil langkah. Pengarang juga menyatakan bahwa pendapat Ali yang benar.

Setelah menjelaskan keutamaan Ali, Sayyid Ahmad juga menulis bab tentang keutamaan Hasan bin Ali. Bab ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta umat terhadap keluarga dan keturunan Rasulullah. Bab ini juga menerangkan pelantikan Hasan menjadi khalifah setelah sang ayah, walau hanya beberapa bulan. Bahkan, kepimimpinan beliau dianggap sebagai khilafah yang sah. Tentunya, Sayyid Ahmad juga menyebutkan dalil atas pendapat beliau tersebut.

Mushannif juga berpendapat bahwa kepemimpinan Muawiyah setelah Hasan adalah khilafah yang sah meski beberapa corak pemerintahan Muawiyah berbeda dari adat-adat khalifah sebelumnya. Para ahlu al Aqdi wa al Hali juga sepakat atas terpilihnya Muawiyah. Bahkan beliau juga menyebutkan hadits yang menunjukkan sahnya kepemimpinan Muawiyah beserta pendapat ulama lain yang mendukung argumen pengarang.

Selain keutamaan dan sejarah para khalifah, Sayyid Ahmad juga menyebutkan keutamaan beberapa tokoh sahabat. Seperti Aisyah, Talhah, Zubair dan sahabat lain yang termasuk al Asyrah al Mubassyarin bil Jannah (sepuluh sahabat yang mendapat jaminan surga). Beliau menyebutkan semua ini untuk menjelaskan pada umat betapa tingginya derajat sahabat dalam ajaran Islam. Juga agar kita tidak terpancing untuk mengikuti golongan yang mencaci mereka bahkan mengkafirkan mereka.  

1 comment: