Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Saturday, December 3, 2016

Oase Ilmu Masyarakat Bengkayang Pondok Pesantren An Nur Sungai Duri, Kalimantan Barat



Bengkayang. Dengan suasana yang masih alami, dipenuhi dengan lahan pertanian yang luas, tempat wisata yang melimpah, ditambah dengan pantai-pantai yang bersih dan indah menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik di provinsi Kalimantan Barat. Di balik itu semua, kabupaten ini juga diwarnai dengan beberapa pondok pesantren, di antaranya adalah Pondok Pesantren an Nur Sungai Duri.
Pondok Pesantren an Nur terletak di Jl. Sumbawa Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Pesantren ini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang boleh dibilang berkembang cukup pesat di Kabupaten Bengkayang.
Sejarah Pesantren

Kabupaten Bengkayang adalah daerah heterogen yang terdiri dari berbagai macam suku, golongan dan agama. Mulanya, mayoritas penduduk di sana masih beragama Kristen. Pergaulan bebas merajalela di kalangan remaja. Hal itu dikarenakan minimnya akses pendidikan Islam di sana.
Melihat suasana yang memprihatinkan ini, Kyai Asy’ari Makmun mempunyai inisiatif untuk mendirikan lembaga pendidikan Islam. Beliau berharap, keberadaan lembaga ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan agama masyarakat sekitar.
Dimulailah pendirian Pondok Pesantren an Nur pada tahun 2006, tepatnya di daerah Dusun Melapis dengan lembaga pertama Madrasah Ibtidaiyah Riyadhul Ulum. Pada awal perkembangannya, jumlah santri berkisar 20 orang. Setelah berjalan beberapa tahun, santri yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren an Nur semakin banyak sehingga tempat tinggal para santri tidak mencukupi. Maka, atas restu para masayikh dan tokoh masyarakat, Kyai Asy’ari mendirikan Pondok Pesantren an Nur di lokasi yang baru, yaitu dusun Sumbawa di atas tanah seluas 2,5 hektar.
PROGRAM PENDIDIKAN
Sebagaimana lembaga pendidikan Islam lainnya, Pondok Pesantren an Nur Sungai Duri didirikan untuk mencetak kader-kader umat Islam yang dapat menuntun dan mengembangkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat, menuju kehidupan yang sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Ini yang menjadi poin besar serta menjadi visi Pondok Pesantren, berikut pendidikan lain yang senafas dengan pesantren.
Pondok Pesantren an Nur bersistemkan salaf, namun tidak melupakan hal-hal modern. Para santri  yang saat ini berjumlah 400 orang ditempa dengan pendidikan agama dan cara hidup yang Islami tanpa meninggalkan unsur-unsur keterampilan hidup.
                Pada perkembangannya, Pondok Pesantren an Nur telah berhasil melengkapi unit-unit pendidikannya. Lembaga-lembaga pendidikan yang dimiliki meliputi madrasah diniyah, pendidikan formal dan lembaga sosial seperti Panti Asuhan Putra Bangsa, Koperasi Pontren an Nur dan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Cahaya Bangsa.
                Madrasah Diniyah Salafiyah an Nur dengan sistem klasikal, ditempuh selama enam tahun. Lembaga ini begitu terasa perkembangannya, khususnya dalam pengajian dan pemantapan dalam pemahaman kitab salafnya. Adapun kitab-kitab yang diajarkan meliputi Ta’lim al Muta’allim, Bulugh al Maram, Safinaah al-Najah, Fath al Qarib, Mutammimah, dll.
Sedangkan untuk pendidikan formal, telah didirikan beberapa lembaga pendidikan. Di antaranya MI as Salam, MTs Darut Tauhid, MA al Ma’arif dan SMK an Nur. Sistem yang digunakan mengikuti sistem Kemenag dan Kemendikbud serta diintegrasikan dengan pelajaran madrasah diniyah. Di samping para santri belajar beberapa disiplin ilmu, mereka juga dibekali dengan beberapa kegiatan keterampilan dan skill tertentu sebagai bekal tambahan bagi para santri seperti seni baca al Qur’an, muhadlarah (belajar pidato) tiga bahasa, hadrah,  pencak silat dan lain-lain.
Program-program Pondok Pesantren an Nur yang telah berjalan di pesantren dan madrasah selalu dibarengi dengan peningkatan dan evaluasi. Beberapa prestasi telah ditorehkan para santri pada tahun ajaran 2015-2016. Di tingkat Madrasah Aliyah, pesantren ini telah meraih juara pertama lomba pidato bahasa Arab dan Inggris se-Kabupaten Bengkayang dan Juara Umum AKSIOMA tahun 2015 yang diadakan oleh Kementrian Agama Kabupaten Bengkayang.
RUTINITAS SANTRI
                Kegiatan santri Pondok Pesantren an Nur dipenuhi dengan kegiatan pemantapan kepribadian santri dan pengintegrasian ilmu pengetahuan umum dan agama. Untuk pemantapan kepribadian santri, mereka diwajibkan bangun pada jam 03.30 untuk melaksanakan shalat tahajud dan shalat shubuh berjamaah, kemudian diisi dengan kegiatan tilawatul Quran dan ngaji kitab.
                Sedangkan untuk penyelarasan ilmu umum dan agama, para santri belajar di pendidikan formal mulai jam 07.00 hingga 12.30. Untuk siang hari, semua santri diwajibkan untuk istirahat. Sedangkan pelajaran agama di madrasah diniyah dilaksanakan pada sore hari sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Untuk malam hari setelah maghrib, diisi dengan tilawatil Quran untuk yang belum fashih membacanya. Sedangkan yang sudah lancar, mengikuti kegiatan ngaji kitab hingga waktu isya’. Setelah itu, para santri bersiap-siap masuk kelas untuk belajar malam terbimbing hingga jam 21.30.

                Seiring berjalannya waktu, pengaruh keberadaan Pondok Pesantren an Nur mulai terasa bagi masyarakat sekitar. Dibuktikan dengan semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya pendidikan agama bagi kehidupan mereka. Anak-anak mereka mulai berdatangan untuk menimba ilmu ke Pondok Pesantren an Nur. Ditambah munculnya beberapa alumni yang sudah berkiprah di masyarakat. KL

0 komentar:

Post a Comment