Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Sunday, October 30, 2016

Melahap Beragam Manfaat Dari Terong


Terung atau yang biasa kita kenal dengan terong adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Pemilik nama solanum melongena ini masih berkerabat dekat dengan kentang dan leunca yang termasuk dari golongan family solanaceae dan genus solanum.
Tanaman asal India dan Sri Lanka ini memiliki tinggi sekitar 40 hingga 150 cm. Batangnya berduri, warna bunganya antara putih hingga ungu serta memiliki benang sari berwarna kuning. Ukuran dan warna buah yang satu ini juga beragam. Mulai dari hijau hingga ungu. Namun, terong yang populer di kalangan masyarakat adalah terong yang berwarna ungu.
       Umumnya masyarakat mengolah terong menjadi pelengkap sayur atau lalapan. Hampir semua lapisan masyarakat mengenal dan menyukai sayuran dengan rasa yang khas ini. Selain rasa nikmat yang ia miliki, terong juga mengandung beribu nutrisi dan gizi di dalamnya.
         Terong mengandung energi sebesar 24 kilokalori, protein 1,1 gram, karbohidrat 5,5 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 15 miligram dan fosfor 37 miligram.  Selain itu, di dalam terong juga terkandung vitamin A sebanyak 30 IU, vitamin B1 0,04 miligram dan vitamin C 5 miligram. Hasil tersebut didapatkan dari penelitian terhadap 100 gram terong, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 87 %. (www.organisasi.org)
        Khasiat yang bisa didapatkan dari mengonsumsi terong juga beragam. Kandungan flavonoid yang berfungsi untuk menurunkan penyakit kardiovaskular di dalam terong mampu menjaga kesehatan jantung. Beberapa penelitian memberikan bukti bahwa seseorang yang mengonsumsi lebih dari tiga porsi sayur dan buah seperti terong per minggu dapat mengurangi resiko penyakit jantung hingga 34% lebih besar dibanding orang yang tidak mengonsumsinya.             
        Terong juga memiliki polifenol yang berfungsi sebagai pencegah kanker. Tidak hanya itu, anthocyanin dan klorogonat di dalam terong juga berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Kandungan tersebut mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Hal ini terbukti mencegah pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.
         Phytonutrisi anthocyanin atau yang biasa disebut dengan nasunin di dalam kulit terong mampu menutrisi salah satu organ terpenting pada tubuh yaitu otak. Selain itu, nasunin juga berguna untuk melindungi membran sel otak dari radikal bebas yang menargetkan lipid otak. Dengan adanya nasunin ini, otak akan mendapatkan nutrisi yang lebih baik sehingga membantu agar lebih mudah berpikir.
         Kandungan nutrisi, vitamin dan zat besi yang terdapat di dalam terong sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya anemia yang sering terjadi pada beberapa orang yang kekurangan zat besi.
         Terong kaya akan vitamin B1, B3 dan B6. Vitamin B berperan penting untuk fungsi yang tepat pada sistem saraf pusat, produksi energi, keseimbangan hormon dan fungsi hati yang sehat. Para ahli meyakini terong juga membantu untuk keseimbangan gula darah dan mengurangi kolesterol. Hal itu berkat kandungan asam klorogenat yang membantu untuk menurunkan kadar LDL.
        Karena memiliki kandungan serat yang tinggi serta rendah akan karbohidrat larut, terong sangat bermanfaat dalam mengontrol penyerapan glukosa serta mengatur kadar gula dalam darah. Karena alasan inilah terong menjadi alternatif yang baik bagi pendertita penyakit diabetes tipe dua.
      Beberapa kandungan mineral serta vitamin di dalam terong juga sangat baik untuk menutrisi kulit kepala agar selalu sehat. Hal ini membantu kepala agar terhindar dari berbagai masalah yang biasanya timbul pada permukaan kulit kepala.
      Terong merupakan sayuran yang kaya akan manfaat bagi kesehatan kulit. Salah satunya adalah pencegaan penuaan dini. Hal itu dikarenakan kandungan vitamin E yang terkandung di dalamnya.
       Beberapa orang berpendapat bahwa terong dapat menimbulkan impotensi. Namun, Dr. Waluyo Soerjodibroto, Ph.D., DSG, ahli gizi dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa hal tersebut belum ditemui dalam penelitian ilmiah secara murni. Tidak ada bukti yang menjelaskan bahwa memakan terong akan menurunkan kemampuan seks pria. Faktanya, efek afrodisiak pada terong dapat meningkatkan gairah seksual pria. Maka dapat dipastikan sayuran ini merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat bermanfaat bagi kesuburan pria.
       Bagi orang yang mengalami masalah pada berat badan, terong bisa menjadi salah satu alternatif yang tepat. Dr. GHA Mitschek, seorang ilmuwan dari Universitas Graz telah melakukan pemeriksaan berseri terhadap hewan selama beberapa kali. Dia telah memberikan diet tinggi kolesterol pada beberapa kelinci dan memberikan terong dalam jumlah yang bervariasi. Meskipun dosis yang diberikan tidak terlalu besar, ternyata terong mampu menghambat pembentukan plak-plak lemak, mencegah dan mengobati ateroklerosis. Satu cangkir terong mengandung sekitar 8% DV serat makanan yang dapat membantu pencernaan dan penurunan berat badan.
Terong juga mampu menjadi sumber antivirus dan antibakteri yang efektif. Hal ini terkait dengan kandungan dari 82 gram terong yang terdiri dari 4,5% folat 11 serat%, 5,4%, 63,5% vitamin B molibdenum, 10% mangan, 3,5% tembaga, 5,3% kalium, 3,5% vitamin K, 3,1% triptofan, vitamin 3% C dan 2,8% magnesium.
       Selain itu, kandungan di dalam terong memiliki peranan dalam perawatan kesehatan jantung. Studi penelitian menunjukkan bahwa terong dapat menurunkan kolesterol. Tapi terong harus dimasak dengan cara yang tepat untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Terong yang digoreng dengan cara yang salah akan membawa banyak lemak masuk ke dalam tubuh. Sebaliknya, terong yang dipanggang pada suhu 400 derajat akan membantu tubuh untuk mendapatkan kesehatan yang optimal.
         Sangat menarik, bukan. Di balik bentuk terong yang unik dan warna ungu yang mencolok, terdapat beragam manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan dengan mengonsumsi sayuran yang lezat ini dengan baik dan benar. 

Sumber:
http://ajiyudo.blogspot.co.id/2010/12/manfaat-terong-terung.html

http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-terong-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html

0 komentar:

Post a Comment