Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Sunday, February 21, 2016

INDAHNYA UJIAN TUHAN


      
       Ibarat Yin dan Yang, kebahagiaan dan kesedihan selalu berpasangan. Keduanya silih berganti menghiasi hidup kita. Adalah sebuah keniscayaan bahwa satu saat dalam hidup kita, Allah  menghadiahi ribuan karunia yang bisa kita nikmati. Di saat yang lain, beberapa musibah yang harus kita hadapi ditimpakan kepada kita.

Entah itu kesenangan atau kesedihan, semuanya itu bisa menjadi ujian buat kita. Namun sangat beruntung orang-orang yang sabar dalam ujian-Nya karena tidaklah Allah  memberikan ujian kecuali Allah  mencintai orang tersebut.

Allah  berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun (Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali.)". Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Q.S. Al Baqarah : 155-157).

Dalam ayat lain, Allah  berfirman: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat”. (Q.S. Albaqarah : 214).

Ketahuilah bahwa Allah  menguji kita untuk menunggikan derajat kita di surga. Karena cinta-Nya terhadap kita, Ia menguji kita agar tidak terlena dengan dosa-dosa yang berlumuran di diri kita.
Ia menguji kita untuk menghapus kesalahan-kesalahan kita karena Allah  ingin mengharamkan neraka-Nya dari kita. Ia menguji kita agar kita menyadari nikmat-nikmat Nya sehingga kita dapat mensukurinya.

Ia menguji kita agar kita mengetahui nilai dunia dan hakikatnya, sehingga kita menyadari betapa bernilainya akhirat. Ia menguji kita supaya kita ridho kepada-Nya sehingga kita berhak mendapatkan ridho dari-Nya.

Ia menguji kita agar kita merasa rendah di hadapan-Nya, sehingga kita senantiasa berdoa di malam hari dan berharap semoga Allah  segera mengabulkan doa kita serta mengganti satu nikmat yang telah hilang dengan nikmat lain yang berlimpah.

Ia menguji kita agar kita masuk surga dengan jalan yang sangat mudah. Ia menguji kita untuk mendidik kita agar dapat bersikap proporsional terhadap apa yang telah Allah  karuniakan ataupun terhadap apa yang Ia ambil kembali dari kita.

Ia mendidik kita dan itu pun karena Ia mencintai kita seperti firman Nya dalam al Quran:  “tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S. Al Hadid : 22-23).

Kalau kita tahu ada beribu hikmah dalam ujian-Nya, kita tidak boleh meminta ujian tersebut dan hendaklah bersabar saat kita harus menghadapinya. Kita harus senantiasa mencari hikmah dan berprasangka positif (husnuddzon) kepada Allah  karena sesungguhnya Allah  yang Maha Pengasih lagi Maha Mengetahui telah menakdirkan yang terbaik untuk hamba-Nya yang beriman dan berbuat kebaikan.

Jika kita menyerahkan segala masalah yang kita hadapi kepada Allah  sepenuhnya, kemudian menyadari diri kita dan segala apa yang kita cintai adalah milik Allah  yang hanya dipinjamkan oleh-Nya kepada kita, maka hati kita akan terasa lapang dan tentram saat menghadapi ujian-Nya. Hati kita akan ikhlas ketika Allah  mengambil kembali apa yang memang menjadi kepunyaan-Nya. “(tidak demikian) bahkan Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Al Baqarah : 112).

Melakukan apa yang telah kita baca bersama tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Hanya dengan pertolongan Allah  sajalah kita dapat menghadapi ujian tersebut dengan hati yang ridho. Oleh karenannya, jangan pernah bosan untuk berdoa agar Allah  mengkaruniakan hati yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Nya, ridho dengan apa yang dikehendaki-Nya dan mohon juga pada-Nya agar Allah  senantiasa memberkahi apa-apa yang telah Ia takdirkan untuk kita.

Jadikanlah diri kita sebagai orang yang paling berbahagia karena sesungguhnya Allah  telah menyediakan tempat kembali yang baik untuk orang-orang yang bersabar. Allah  berfirman: “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).  (yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum" (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (Q.S. Ar Ra’d : 22-24).


0 komentar:

Post a Comment