Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Tuesday, December 15, 2015

Pesona Islam di Iwate






Negara Jepang adalah negara maju yang terkenal dengan bidang telekomunikasi, permesinan dan robotikanya, namun di balik itu jepang juga menyimpan berbagai ranah keindahan wisata alam dan situs sejarahnya yang meliputi pegunungan, kepulauan, pantai, kuil dan yang lainnya. Tentu semua itu akan membuat para  wisatawan terpesona.
Iwate salah satunya,  sebuah prefektur (provinsi / wilayah bagian) destinasi di Jepang yang menyimpan berbagai tempat impian para wisatawan ketika singgah di negara yang juga biasa di disebut dengan negeri Samurai ini. Kurang lengkap rasanya jika berwisata ke Jepang tapi tidak mampir ke Iwate, ibarat makan roti tanpa olesan selai.
                Iwate terletak di wilayah Tohoku di pulau Honshu, Jepang. Morioka adalah Ibukota Iwate, Morioka merupakan pusat kota yang tenang,  tidak padat dan sibuk layaknya ibu kota Tokyo. Karena letak Morioka yang dikelilingi gunung Iwate dan dua gunung lainnya, kota tersebut menjadi tempat persinggahan angin dari arah laut pasifik utara yang hanya hilir mudik di Iwate. Maka dari itu Iwate terbilang tempat paling dingin di pulau Honshu dari pada daerah lainnya.
Prefektur Iwate memiliki 14 kota, hampir di setiap kota terdapat pusat wisata dan situs bersejarah.  Salah satunya adalah taman Iwate, wisata bersejarah yang terdapat di Morioka. Taman Iwate dulunya merupakan kastil Iwate, karena kastil Iwate telah di hancurkan, maka bangunan kastil itu sekarang dirubah menjadi taman kota dengan bidangan parit dan sisa-sisa tembok kastil yang masih utuh sampai saat ini. Meskipun begitu, pemandangan di sana sangat indah dan menyenangkan, karena kondisi taman selalu terawat dan terjaga dengan baik.
Tidak hanya keindahan alam dan kemewahan arsitektur kotanya saja, ternyata budaya di Iwate juga tidak kalah menarik dengan budaya yang terdapat di prefektur lainnya di Jepang. Selain penduduknya yang ramah-tamah, mereka juga perhatian dalam menjaga kelestarian cagar budaya  alam serta situs-situs sejarahnya.


Itulah beberapa potret yang berada di prefektur Iwate, Jepang. Namun di balik semua keindahan itu, ada satu hal yang lebih mengesankan untuk diketahui, khususnya bagi umat Islam dunia. Yaitu kabar tentang keberadaan Islam di Iwate. Benar, Islam di Iwate akhir-akhir ini menjadi agama asing yang mulai berkembang di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Sinto dan Budha itu. Meskipun masih terbilang agama asing karena keberadaanya di Jepang sebagai minoritas, tapi saat ini Islam sudah mulai dikenal oleh masyarakat Iwate. Hal itu terbukti dengan keberadaan penduduk setempat yang lapang dada memeluk agama Islam.
Baru-baru ini, tepatnya pada bulan Februari 2015 lalu, telah diresmikan bangunan Masjid  yang terletak di Morioka, dekat dengan Universitas Iwate. Masjid yang diberi nama al Tawheed ini berbentuk sederhana dengan gaya arsitertur gabungan jepang dan timur tengah. Hal itu terlihat dari bentuk masjid yang memiliki warna netral, atap sederhana dan minimalis. Terlihat seperti rumah biasa, hanya saja terlihat dari luar kubah hijau dan satu menara kecil yang sedikit menjulang bertanda bangunan itu adalah sebuah masjid.
Muslim di Morioka tidak begitu banyak, mereka adalah pendatang dari berbagai negara yang menetap di Iwate. sebagian dari mereka telah berpindah menjadi warga Negara Jepang dan sisanya adalah para mahasiswa dan warga negara asing yang menjadi pengusaha.
                Adapun kapan Islam masuk ke Iwate, masih belum ada informasi yang kuat mengenai tahun berapa Islam masuk ke prefektur itu. Lebih jelasnya komunitas Islam di Iwate terbentuk berawal dari beberapa orang dari timur tengah yang menetap di sana. Di Ibu Kota Morioka, hingga saat ini ada sekitar 70 Muslim yang  tergabung  dalam satu komunitas muslim atau biasa di sebut dengan MMC (Morioka Muslim Comunity). Mereka adalah komunitas yang melibatkan beberapa Negara di antaranya; Malaysia, Pakistan, Mesir, Cina, Indonesia, Banglades dan Afghanistan. Morioka Komunitas Muslim didirikan bertujuan untuk menyatukan semua Muslim di Morioka dan menanamkan rasa persaudaraan dan kebersamaan diantara mereka.



Setelah didirikannya Masjid al Tawheed di Morioka, MMC mengadakan kegiatan keagamaan sebagaimana mereka yang tinggal di negara Muslim. Mulai dari shalat lima waktu berjama’ah, shalat Jumat, ceramah agama, kelas al Quran, buka bersama dan kegiatan-kegiatan lainnya. Muslim di Iwate sekarang  tidak lagi kesulitan untuk mencari tempat untuk anak-anak yang ingin belajar agama seperti membaca al Quran, tata cara shalat yang benar, akhlak dan yang lainnya. Karena di Iwate juga terdapat beberapa mahasiswa dari Malaysia dan Indonesia yang suka rela membuka kelas khusus keagamaan di rumahnya.


Berkembangnya Islam di Iwate, tidak terlepas dari toleransi masyarakatnya. Warga Jepang  tidak begitu membatasi orang-orang Muslim yang menjalankan rutinitas keagamaan. Bahkan sebagian mereka ada yang senang ketika berkomunikasi dengan orang-orang Muslim. Karena mereka tahu bagaimana Muslim yang sebenarnya. Sopan, ramah, dan jauh dari angapan mereka tentang orang islam itu kejam, teroris dan yang lainnya. Mungkin sebab itulah sebagian orang Iwate tersentuh hatinya untuk memeluk islam.
 Namun ada hal penting yang perlu di ketahui, untuk urusan perut warga Muslim di sana harus lebih jeli dan hati-hati dalam memilih makanan dan minuman yang akan mereka konsumsi. Karena hampir semua makanan dan minumannya mengandung babi dan sake(arak yang menjadi minuman khas orang Jepang dan  juga menjadi bahan campuran pada masakan jepang).  MK
Wawancara dengan :

Balita Masria, Mahasiswi Indonesia Pascasarjana di Universitas Iwate Jepang

2 comments:

  1. alhamdulillah di iwate, sudah ada masjidnyaa..
    sepertinya tidak banyak orang indonesia di iwate, bagaimna kehidupan di iwate?

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah di iwate, sudah ada masjidnyaa..
    sepertinya tidak banyak orang indonesia di iwate, bagaimna kehidupan di iwate?

    ReplyDelete