Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Sunday, December 20, 2015

Masail Diniyah

1.       Niat berqurban plus niat Aqiqah
Assalamu’alaikum Ustadz, jika seseorang berniat berqurban di hari raya dan untuk menghemat waktu dan biaya ia juga berniat aqiqah untuk anaknya, itu hukumnya bagaimana?
Arifin, Palangkaraya
085679861xxx

Jawab :
Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Semoga rahmat Allah swt akan selalu menyertai kita, Amin. Di dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, hlm 285 karangan Imam Al-habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur disebutkan bahwa, hukum menyembelih kambing untuk dengan niat qurban sekaligus untuk aqiqah terdapat khilaf. Menurut Imam Ar-Ramli hukumnya boleh dan sudah mencukupi. Sehingga qurban dan aqiqahnya sah. Sedangkan, menurut pendapat Imam Ibnu Hajar tidak mencukupi.

ولو ذبح شاة ونوى بها الأضحية والعقيقة أجزأه عنهما قاله م ر وقال ابن حجر لا تتداخلان


2.       Meneruskan puasa, atau tidak?
Sebulan yang lalu, saya sedang bepergian menuju kota Jayapura dengan niatan silaturrahmi ke rumah saudara. Saat itu saya sedang berpuasa. Saya berangkat dari bandara Juanda Surabaya pukul 15.00 WIB. Sesampainya di sana, saya sudah mendengar adzan maghrib padahal ketika saya melihat jam masih menunjukkan pukul 17.00 WIB. Saat itu saya bingung, apakah saya harus meneruskan puasa hingga jam menunjukkan pukul 18.00 WIB (waktu adzan maghrib di Surabaya) atau saya boleh berbuka?
Yusuf, Surabaya
Jawab :
Hukumnya wajib berbuka. Walaupun bepergian dari suatu Negara ke Negara yang lain, dan disana ia menemukan orang-orang dalam keadaan berpuasa atau berbuka maka wajib ia mengikutinya.

....حتى لو سافر من أحد البلدين الى الآخر فوجدهم صائمين أو مفطرين لزمه موافقتهم

3.       Sahkah haji orang pikun?
Asssalamu’alaikum, Ustadz. Saya mau bertanya nih.. Kakek saya mungkin sudah berumur 80-an tahun. Fisiknyapun masih sehat dan masih kuat kemana-mana. Hanya saja, mungkin karena faktor usia beliau sudah pikun. Tahun depan, insya Allah berangkat haji. Sedangkan saya baca di buku-buku fiqih, seseorang yang haji harus mengetahui tata cara ibadah haji. Lalu bagaimana jika tiba-tiba beliau pikun? Apakah sah hajinya? Terimakasih. Ahmad, Sampit.
085646477xxx

Jawab :
Wa’alaikum salam warahmatullah. Semoga kita semua tetap diberikan Ni’mah Sihhah wal ‘Afiyah, Amin. Mengetahui tata cara ibadah haji hukumnya wajib, namun hanya secara global. Sehingga, perlu seseorang untuk menuntun kakek saudara dalam melakukan ibadah haji (Syarh al-idhah, hlm. 38 dan Syarh Sunan Abi Dawud, juz 25 hlm. 338). Sedangkan hukum haji yang dilakukan seseorang yang sudah pikun tentunya terdapat tafsil.
Pendapat yang pertama mengatakan, hukumnya tidak sah bila pikunnya sampai menghilangkan akal (Hasyiyah al-idhah Li Ibni Hajar, hlm. 37). Pendapat kedua hukumnya sah apabila ibadah hajinya dilakukan dalam keadaan sadar sekalipun ia lupa setelahnya.


4.       Walimatul Ursy dengan Orkes dangdut religi
Assalamu’alaikum, wajibkah seseorang menghadiri walimatul Ursy yang dimeriahkan oleh orkes dangdut namun dengan nyanyian religi? Terimakasih sebelumnya..
Husein
Tegal, 089855445xxx
Jawab :
Wa’alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh. Semoga kita selalu diberi hidayah oleh Allah SWT, Amin. Menghadiri walimatul Ursy semacam itu hukumnya tidak wajib kecuali dengan niat amar ma’ruf nahi mungkar. Dalam kasus di atas, meskipun dengan nyanyian religi akan tetapi alat-alat musik yang digunakan menggunakan alat yang di haramkan, maka tetap tidak diperbolehkan. Dikutip dari kitab Al Fatawil-Kubra IV/119, Hasyiyatul Jamal V/ 380-381.

أما مع الآلة فيحرمان و تعبيري باللإستماع هنا وفيما يأتي أولى من تعبيره بالسماع (لا حداء) بضم الحاء و كسرها والمد وهو ما يقال خلف الابل من وجز وغيره (ودف) بضم الدال أشهر من فتحها لما هو سبب لإظهار السرور كعرس و ختان و عيد و قدوم غائب
5.       Posisi tangan paling Afdhol ketika berdo’a
Assalamu’alaikum, peunten ustadz mau nanya. Bagaimana posisi tangan paling bagus ketika berdo’a.
Zaki, Bogor
                Jawab:
Wa’alaikum salam. Semoga rahmat Allah selalu menyertai kita, Amin. Posisi tangan paling afdhol adalah sekiranya menghadapkan ujung-ujung jarinya  sejajar dengan telinga.
فتح المعين 1- 134
حذو أي مقابل منكبيه بحيث يحاذى أطراف أصابعه على أذنيه وإبهامه شحمتي أذنيه وارتاه منكبيه للإتباع

6.       Hukum Ma’mum berdo’a sendiri karena tidak mendengar imam
Assalamu’alaikum ustadz, saya Hasan dari Sidoarjo. Ketika Imam qunut, sedangkan kita tidak mendengarnya apakah boleh do’a sendiri? Maturnuwun.
Jawab :
Wa’alaikum salam. Semoga kita tetap dalam keadaan iman dan islam. Sunnah hukumnya kita berdo’a sendiri ketika tidak mendengar qunut imam. Namun tetap dibaca dalam keadaan sirr (pelan). Hal ini juga berlaku kepada dzikir dan do’a yang tidak terdengar dari imam. Wabillahit taufiq
المنهج القويم 1- 204
ويسن قنوته سرا إن لم يسمع قنوت إمامه كبقية الأذكار والدعوات التي لا يسمعها

0 komentar:

Post a Comment