Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Friday, September 25, 2015

Profil Pena

Profil Pena Dalwa

Abstrak
Pena Dalwa adalah sebuah organisasi independen kepenulisan santri Darullugah Wadda’wah di bawah naungan Majalah al Bashiroh yang didirikan 24 April 2014. Dengan mengusung semangat rumput liar, Pena Dalwa terus berkembang menjadi sebuah wadah aktif bagi para santri untuk mengasah potensi diri dalam berdakwah dan berkarya melalui dunia tulis-menulis.
Pendahuluan
Sebagai wujud kaderisasi dari Majalah al Bashiroh, Pena Dalwa memiliki peran urgent untuk membentuk motivasi dasar kepenulisan para santri Darullughah Wadda’wah melalui program-program kepenulisan yang telah dicanangkan.
Dalam kurun waktu yang relatif singkat, Pena Dalwa generasi pertama mampu tampil eksis mengisi beberapa rubrik di Majalah al Bashiroh. Kini Pena Dalwa generasi pertama berkolaborasi dengan Pena Dalwa generasi kedua -yang berjumlah sepuluh anggota- untuk penggarapan antologi cerpen perdana “Sahabat Pena” bertema “Petualangan Santri di Dunia Fiksi”. Karya tersebut merupakan buah pemikiran para santri yang tergabung dalam kompetisi menulis bertema ”Ajang Kebangkitan Santri Penulis” pada tanggal 10 Jumadil Akhir (3 April 2014) yang lalu.
Sejarah Berdirinya Pena Dalwa
Melalui sebuah wacana pemikiran untuk menorehkan perubahan pada pola pemikiran para santri, digagaslah pembentukan Pena Dalwa pada tahun 2014 melalui sebuah pertemuan intern antara anggota keredaksian. Pertemuan berlanjut dengan diskusi tentang minat membaca dan menulis di kalangan para santri. Percakapan tersebut sampai pada kenyataan semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan bacaan yang bermutu dan berwawasan Islam. Di sisi lain sebenarnya banyak santri yang ingin terjun di bidang penulisan, tetapi potensi intelektual mereka kerap tak tersalurkan atau intensitas menulis masih rendah, di antaranya karena tiadanya pembinaan untuk peningkatan kualitas tulisan. Lebih dari itu, semua anggota redaksi yang hadir saat itu menyadari tingginya efektifitas menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Kesimpulan akhir pertemuan tersebut menghasilkan keputusan pendirian Pena Dalwa sebagai organisasi kepenulisan santri Darullugah Wadda’wah yang independen di bawah naungan Majalah al Bashiroh pada tanggal 24 April 2014.
Pena Dalwa adalah organisasi inklusif dengan sistem perekrutan yang terbuka bagi para santri Darullughah Wadda’wah, tanpa memandang usia, ras, ataupun latar belakang pendidikan. Meski pada dasarnya mayoritas anggota atau member Pena Dalwa berasal dari tingkatan ibtidaiyah (untuk kelas pomdok pesantren), namun mereka memiliki visi dan misi yang sama: belajar dan berbagi cahaya keilmuan kepada para pembaca dan menganggap kegiatan menulis adalah bagian dari ibadah.
من دل على خير فله مثل أجر فاعله (الحديث)
Konsep Pena Dalwa
Visi
Membangun Jiwa Para Santri yang cinta membaca dan menulis serta membangun jaringan penulis yang kritis, progresif, aktual dan berkualitas di Pondok Darullughah Wadda’wah.
Pena Dalwa sepakat untuk menjadikan media tulis menulis sebagai sebuah media dakwah yang potensial untuk umat saat ini.
Misi
(1)   Menjadi wadah bagi para santri penulis dan calon santri penulis
(2)   Meningkatkan mutu dan produktivitas (tulisan) para member
(3)   Turut meningkatkan budaya membaca dan menulis, terutama bagi kalangan santri Darullughah Wadda’wah
(4)   Menjadi organisasi yang turut membidani kelahiran para penulis baru dari kalangan santri pondok Darullughah Wadda’wah
Program Pokok Pena Dalwa:
1.    Mengadakan forum diskusi semesteran bagi para anggotanya dengan mengundang pembicara tamu dari kalangan sastrawan, jurnalis atau cendekiawan
2.    Pelatihan dan pembakalan penulisan mingguan
3.    Mengadakan diskusi intern untuk mengulas beragam masalah yang berkaitan dengan kepenulisan atau situasi terbaru saat ini
4.    Publikasi majalah dinding dua mingguan sebagai sarana informasi para santri untuk merangsang tumbuhnya budaya membaca
5.    Menerbitkan bulletin mingguan (khutbah jum’at) untuk masyarakat sekitar Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah
6.    Mengadakan berbagai event kepenulisan untuk para santri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah
7.    Pelaksanaan program Maha Karya (MAding HAsil karYA) Santri di pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah ataupun di media informasi al Bashiroh, seperti majalah dan website
8.    Kampanye “Sastra untuk Santri Dalwa” (Salah satunya dengan penerbitan Antologi Cerpen, yaitu buku-buku yang ditulis bersama. Dana Penjualan digunakan untuk operasional organisasi dan penunjang pemenuhan target kerja)
9.    Menerbitkan minimal 1 buku karya para anggota Pena Dalwa pertahun, baik dari genre fiksi ataupun non fiksi
Program Penunjang
1.    Menghadiri event-event kepenulisan di luar Pondok Pesantren sebagai bekal pengembangan wawasan dan kualitas kepenulisan
2.     Pembentukan perpustakaan mini sebagai referensi kepenulisan baik untuk genre fiksi maupun nonfiksi
3.    Membuat event menulis bareng antar pondok pesantren
4.    Studi banding ke berbagai media informasi dan forum kepenulisan
 Sistem Pembinaan
Asas pembinaan bagi anggota-anggota Pena Dalwa adalah kebersamaan, kontinuitas dan kompetensi. Kebersamaan berarti tidak mementingkan karya atau kemajuan diri sendiri, kontinuitas berarti secara kontinyu berkarya dan membina dengan niatan dakwah, serta kompetensi berarti setiap anggota akan berkarya sebaik mungkin, meningkatkan kualitas karya dan memiliki kejelasan arah serta tujuan dalam mencerahkan rohani bangsa (sebagaimana motto media al Bashiroh).
Dengan sistem keanggotaan yang berjenjang memungkinkan para anggota yang memiliki tingkat lebih tinggi memberikan pembinaan kepada anggota di bawahnya. Jenjang keanggotaan tersebut terdiri dari anggota Pena Dalwa baru dan Pena Dalwa lama (sebagai tutor). Anggota Pena Dalwa baru adalah mereka yang memiliki keinginan kuat, ketekunan untuk menulis namun belum memiliki pengalaman dan pengetahuan menulis. Anggota Pena Dalwa lama (sebagai tutor) adalah mereka yang aktif menulis di media al Bahiroh dan memiliki dasar pengetahuan dan pengalaman yang dianggap cukup mengenai dunia kepenulisan.
Selain sistem pembinaan tersebut, Pena Dalwa juga menerapkan sistem rekomendasi bagi karya-karya penulis muda dari kalangan santri (non anggota) yang layak diterbitkan. Para anggota Pena Dalwa juga mengajak secara terbuka para santri untuk berkarya bersama. Tak hanya itu, al Bashiroh sebagai organisasi indukan terus berupaya memberi dukungan pada karya-karya pemikiran para anggota Pena secara khusus dengan menggalang dukungan para penulis media terkemuka untuk memberikan endorsement di belakang karya-karya mereka, memberikan pengantar buku atau memberikan satu cerpen dalam antologi (kumpulan cerpen) bersama penulis-penulis Pena Dalwa baru.
Dalam perkembangan selanjutnya, nama-nama yang ikut bergabung dalam antologi tersebut diharapkan mampu menjelma sebagai santri penulis yang produktif dengan berbagai karya sendiri dan menjelma “mentor-mentor” baru yang kembali sebagai relawan, turut membidani kelahiran santri penulis baru dan membantu mendongkrak kualitas penulisan media al Bashiroh sebagai media dakwah Islam Darullughah Wadda’wah.

STRUKTUR KEPENGURUSAN

Kepala Pengembangan
M. Abdul Hakim
Tutor
Ahmad Mutamakkin
M. Taufiqurrahman
M. Ihsan
Ketua Pena Dalwa

 Khoirul Arifin
Wakil Ketua
 Isa Muhajir
Sekretaris
 Maulana Barizi
Bendahara 
 Khoirul Muzakki


Anggota

0 komentar:

Post a Comment