Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Thursday, April 2, 2015

Hegemoni Media terhadap Fashion


Kata fashion diadobsi dari bahasa Inggris yang berarti mode, cara, gaya, model dan kebiasaan. Menutut istilah, fashion ialah gaya berpakaian yang populer dalam suatu budaya. Fashion dipandang sebagai penumpahan karakteristik untuk mengekspresikan hasrat dan kreativitas diri. Fashion menjadi begitu penting untuk dibahas karena ia sangat berhubungan dengan salah satu dari tiga kebutuhan primer manusia, sandang. Maka tak perlu dipertanyakan lagi tentang seberapa penting fashion dalam mewarnai kehidupan manusia di sepanjang zaman.
            Perkembangan fashion busana dari zaman ke zaman tidak lepas dari tuntutan gaya hidup manusia serta pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Media menjadi salah satu bagian yang begitu penting dalam perkembangan fashion. Dengan media, orang bisa tahu fashion apa yang sedang trend atau populer di zaman ini. Media itu sendiri memiliki andil besar dalam perubahannya. Hal itu bisa dilihat dari fakta bahwa kebanyakan orang akan bersandar pada media untuk mengetahui fashion apa yang cocok untuk dikenakan atau untuk sekedar up to date dengan mengetahui fashion mana yang sedang populer sehingga dapat mengikuti zaman.
            Salah satu media yang sangat berpengaruh pada dunia fashion adalah televisi. Maraknya penggunaan media ini dalam lingkup masyarakat mampu mengubah trend fashion secara cepat. Adanya iklan dan acara-acara televisi lainnya secara tidak langsung mempengaruhi dunia fashion. Apalagi sekarang banyak muncul acara televisi yang khusus membahas tentang trend fashion yang sedang populer. Tidak hanya itu, trend fashion yang sedang populer di luar negeri pun juga ikut disajikan. Tips-tips berbusana yang keren dan modis juga banyak dibahas sehingga masyarakat tak perlu susah untuk mengetahui informasi fashion yang sedang berkembang saat ini.
            Media massa yang semakin berkembang dan variatif juga mempengaruhi perkembangan fashion di zaman ini. Banyak kita temui majalah-majalah fashion yang membahas informasi terbaru tentang fashion secara mendetail. Bahkan tak jarang di jumpai di koran-koran beberapa artikel terbaru yang membahas tentang fashion. Media ini bisa menarik banyak perhatian dari para pengikut fashion karena menyajikan gambar-gambar yang menarik yang mudah ditiru dan dipraktekkan. Fashion yang disajikan bukan hanya yang terbaru dan belum pernah dipopulerkan sebelumnya, fashion-fashion lama yang diangkat kembali dan diberi sedikit variasi pun banyak dibahas.
            Selain majalah, internet juga menjadi media handal bagi pecinta fashion untuk mencari informasi. Dalam perkembangannya yang begitu pesat, internet menjadi incaran bagi para pengikut fashion karena bisa diakses dari berbagai media seperti laptop, I-Pad, handphone hingga gadget-gadget terbaru yang semakin hari semakin canggih. Kemudahan yang didapat dari situs ini menyebabkan media ini menjadi alternatif favorit bagi para pengikut fashion. Informasi yang didapatpun kebanyakan ialah informasi yang lebih baru dari pada informasi yang dibahas di televisi maupun majalah yang sudah terbit sebelumnya. Mereka dapat mengakses internet secara cepat, kapanpun dan dimanapun sesuka mereka serta mendapat informasi yang fresh dan up to date.
            Tanpa disadari media internet mampu mempengaruhi gaya dan cara berbusana. Dengan maraknya situs jejaring sosial di internet mampu menarik perhatian bagi para desainer dan penyedia busana untuk memanfaatkan media ini untuk memasarkan produk. Tidak hanya untuk mengetahui trend terbaru yang sedang gres, masyarakat juga mampu berbagi penampilan mereka secara online dan mendapat respon secara langsung dari komunitas fashion itu sendiri. Sehingga informasi trend fashion terbaru mampu berkembang cepat dan menyebar luas di masyarakat. Mau tidak mau masyarakat pun mengikuti trend fashion yang ada dan mampu mempengaruhi cara berpakaian mereka secara tidak langsung.
            Trend fashion tidak semata-mata muncul tanpa sebab atau faktor yang kuat di Indonesia. Indonesia dikenal dengan negara dengan daya beli tinggi di Asia. Banyaknya penduduk seakan ikut mendukung maraknya trend fashion di Indonesia.
            Dengan adanya media, masyarakat dapat mengetahui dan meniru gaya fashion idola mereka masing-masing. Terbukti dengan trend fashion yang sedang menjadi pusat perhatian di media-media maka akan menjadi acuan bagi masyarakat. Hingga sebagian besar dari masyarakat masuk ke dalam area kapitalis meski tidak semuanya terpengaruh.
            Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang menekankan peran kapital modal, yakni kekayaan dalam segala jenisnya, termasuk barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya.
Komoditas ini lahir dari peran media yang mempengaruhi masyarakat sebagai konsumen sehingga mengikuti trend yang diciptakan oleh merk-merk pakaian ternama di dunia. Di zaman modern seperti ini, komoditas ini menjadi fenomena dengan adanya media yang ikut menyebarkan kapitalis. Kapitalisme ini tidak hanya menguntungkan bagi produsen pakaian semata. Akan tetapi, media ikut diuntungkan karena banyaknya masyarakat yang membeli media hanya sekadar mengetahui informasi trend fashion terbaru.
Dilihat dari perkembangan media, trend fashion busana kini didominasi oleh pengaruh budaya bercampur agama. Trend hijab modern dengan busana panjang yang tidak kalah keren dengan busana terbuka ala barat kini menjadi favorit bagi kalangan muslimah yang tak mau lepas dari fashionista (sebutan untuk para penggila fashion). Mereka mencari berbagai informasi mengenai fashion yang sedang mereka geluti melalui media, bisa dari majalah, televisi, jejaring sosial, gambar maupun video yang diupload ke internet atau youtube dan media lain yang kini semakin mudah dijangkau penggunaannya bagi para konsumen fashion.
Maka dari sini media memberi manfaat yang besar bagi para muslimah dengan pengaruhnya yang bisa membawa begitu banyak dari mereka kembali menggunakan busana panjang dan hijab tanpa merasa malu akan fashion barat yang sedang populer. Kenyataannya, mereka masih bisa ikut eksis dalam dunia fashion karena mengenakan busana muslimah yang tak ketinggalan zaman.
            Namun dari sudut pandang yang lain, nyatanya busana muslimah yang sedang populer masih banyak yang belum memenuhi kaedah syariat Islam dalam menutup aurat. Mungkin karena pakaian tersebut terlalu memperlihatkan bentuk tubuh meski sudah menutupi seluruh batasan aurat ataupun aspek-aspek lain yang kurang begitu sejalan dengan syariat. Hal ini disebabkan karena bercampurnya fashion yang sedang populer dari budaya barat yang serba terbuka dengan fashion muslimah yang kekuatannya masih terlalu lemah untuk mengalahkan fashion Barat. Maka tak bisa dipungkiri jika banyak busana muslimah yang masih dibumbui dengan pengaruh budaya barat.
Trend fashion memang menjadi salah satu gejala sosial yang nampak di tengah masyarakat. Apalagi dengan minimnya daya selektivitas yang mencakup pertimbangan ketepatan dan kelayakan syar’i, menimbulkan kesan seolah-olah masyarakat tidak memiliki trend fashion tersendiri. Terutama jika fashion tersebut tidak sesuai dengan karakter masyarakat muslim. Padahal kita memiliki potensi dan ciri khas dalam berbusana. Alangkah baik dan bijaksana jika kita menggunakan trend fashion yang benar-benar terbingkai dengan konsep syar’i sehingga masyarakat tidak dipandang sebagai korban mode semata.
           

Diadobsi dari berbagai sumber.

0 komentar:

Post a Comment