Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Thursday, April 2, 2015

Dampak Negatif Fluoride dan Cara Mengatasinya

Pernahkah anda mendengar tentang fluoride? Penggunaan fluoride mungkin sudah tidak asing lagi didengar. Masyarakat masih antusias membeli produk air mineral dan pasta gigi berfluoride dari berbagai jenis dan merek yang dijual bebas, sebab kandungan ini dipercaya sebagai zat ampuh yang mampu memperkuat gigi serta menjaga kesehatan tubuh. Namun, apakah unsur fluoride aman untuk kesehatan? 
Beberapa waktu lalu beberapa situs “Islami” yang terkenal provokatif merilis berita yang cukup tendensius mengenai merek minuman mineral tertentu karena mengandung zat tersebut yang dianggap berbahaya oleh mereka. Apa sebenarnya  Fluoride itu dan apa fungsi serta dampak negatifnya untuk kesehatan?
Secara sederhana, Fluoride adalah salah satu zat gizi mikro yang dibutuhkan oleh tubuh yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, akan bermanfaat untuk mencegah karies gigi dan berperan penting dalam pembentukan email gigi (lapisan terluar pada gigi) pada anak-anak. Fluoride juga dibutuhkan untuk meningkatkan kekerasan tulang dan gigi. Secara rinci, fluoride ialah komponen ion dari kimia fluorine[1]. Fluoride bersifat organik[2] dan anorganik[3] yang mengandung elemen fluorine. Seperti halnya halogen, fluorine adalah ion monovalen (-1 charge). Unsur fluoride dapat bersenyawa dengan elemen atau radikal lainnya seperti hydrofluoric acid (HF)[4], sodium fluoride (NaF), calcium fluoride (CaF2) dan uranium hexafluoride(UF6)[5] (lihat gambar 1.1).
Meski demikian, fluoride juga memiliki efek samping yang cukup berbahaya terutama jika dikonsumsi melebihi batas tertentu. Fluoride dianggap termasuk sebagai zat yang paling bertanggung jawab terhadap penurunan intelegensia seseorang dan keterbelakangan mental. Selain itu, Fluoride juga berpotensi menyebabkan kanker tulang, oestoporosis, masalah persendian, turunnya kadar testoteron dan estrogen, meningkatkan resiko penyakit  dan sanggup mengkorosi lapisan enamel gigi.
Fluoride bisa kita jumpai di mana-mana, mulai dari air minum yang berasal dari kran, pasta gigi, sampai ke komponen dan beberapa jenis obat-obatan. Pada dasarnya, kita tidak bisa benar-benar lepas dari zat tersebut kecuali kita tinggal di daerah-daerah pedalaman yang jauh dari polusi. Beberapa perusahaan air minum bahkan secara sengaja mencampurkan zat tersebut karena dianggap bermanfaat untuk kesehatan gigi, meskipun hal ini masih memicu perdebatan di antara para ilmuan.
Dalam hal ini, Pemerintah telah menetapkan batasan kandungan fluoride dalam air minum melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Dalam aturan tersebut, air minum tidak boleh mengandung lebih dari 1,5 mg per liter.   Batasan yang sama juga ditetapkan oleh World Health Organization (WHO, 2011) sebesar 1,5 mg per liter.  Batasan yang lebih ketat bahkan ditetapkan dalam SNI 01-3553-2006 tentang Air Minum dalam Kemasan bahwa kandungan fluoride dalam air mineral tidak boleh melebihi 1 mg per liter.
Beberapa produk mineral terkenal di Indonesia mengandung sekitar 0,5 mg per liter, sedangkan air zam-zam mengandung sekitar 0,75 mg fluoride untuk setiap liternya.
Untuk mengatasi kelebihan jumlah fluoride dalam tubuh, kita bisa mengatasinya dengan banyak mengkonsumsi Curcumin. Curcumin adalah senyawa kimiawi yang dapat ditemukan dalam kunyit (turmeric) sebanyak 3-6%, atau di temulawak sebanyak 1-4% secara rutin. Terlebih mengingat dampak negatif fluoride yang berakibat buruk terhadap kecerdasan seseorang. Selain bermanfaat untuk melawan efek buruk dari fluoride, kunyit dan temulawak juga sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah kulit tubuh seperti kurap, panu dan selulit serta membuatnya lebih cerah. 

Referensi:
·         http://www.fluorideinfo.org/



[1]Fluor (fluorine) adalah gas halogen beracun univalen, berwarna kuning-hijau pucat, dan merupakan unsur paling reaktif serta memiliki elektronegativitas paling tinggi. Fluor mudah membentuk senyawa dengan hampir semua unsur lainnya, bahkan dengan gas mulia seperti kripton, xenon, dan radon. Saking reaktifnya, kaca, logam, dan bahkan air, serta zat lain akan terbakar dan menyala terang saat direaksikan dengan gas fluor.

[2] Senyawa organik adalah  Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis, lebih mudah terbakar dan semua senyawa organik mengandung unsur karbon. Sumber; http://garda-pengetahuan.blogspot.com/


[3] Senyawa anorganik adalah  senyawa pada alam  yang pada umumnya menyusun material / benda tak hidup, tidak mudah terbakar dan memiliki struktur sederhana.

[4] Hydrofluoric Acid (HF)/Asam fluorida adalah asam yang sangat korosif, mampu melarutkan banyak bahan, terutama oksida. Kemampuan untuk melarutkan kaca telah dikenal sejak abad ke-17, bahkan sebelumnya asam fluorida telah disiapkan dalam jumlah besar oleh Carl Wilhelm Scheele pada tahun 1771. Karena reaktivitas yang tinggi terhadap kaca dan reaktivitas moderat terhadap banyak logam, asam fluorida biasanya disimpan dalam wadah plastik meskipun politetrafluoroetilena (PTFE) sedikit permeabel.
Potensi Bahaya:
hidrogen fluorida sangat initatif terhadap jaringan kulit, merusak paru-paru dan menimbulkan penyakit pneumonia (gangguan saluran pernafasan).

[5] Uranium heksafluorida (UF6), disebut juga "heks" pada industri nuklir, adalah senyawa yang digunakan pada proses pengayaan uranium untuk memproduksi bahan bakar yang digunakan pada reaktor nuklir dan senjata nuklir. Senyawa ini berbentuk padatan kristal abu-abu pada temperatur dan tekanan standar, sangat beracun, sangat reaktif dengan air, dan bersifat korosif dengan hampir semua logam. Senyawa ini bereaksi dengan aluminium dan membentuk lapisan tipis AlF3.

0 komentar:

Post a Comment