Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Saturday, August 30, 2014

The lost Islamic History of Cordoba




Ketika kita membincangkan sejarah atau masa lalu, biasanya mengundang kita untuk flashback sejenak, menelaah secara totalitas, membaca atau sekadar nostalgia. Karena memang kajian historis peradaban masa lalu adalah sebuah tonggak sejarah untuk mengawali babak baru dengan menjadikan bayang-bayang kejayaan masa silam sebagai cermin untuk menata kehidupan masa depan. Berangkat dari hal tersebut, bisa disimpulkan jika kejayaan adalah hasil usaha bukan hasil sebuah kesempatan yang betul-betul kebetulan, “blessing in disguise”.
Mari kita resapi sejenak sepenggal kenangan yang pernah hinggap dalam ingatan. Kenangan betapa kaum muslimin dan risalah Islam yang dibawanya, pernah bercokol di atas sebuah wilayah benua Eropa selama kurang lebih 800 tahun lamanya. Sebuah rentang waktu yang relatif lama dan membekas cukup mendalam.
Andalusia, sebuah nama yang telah lama mencuri perhatian dunia. Negeri eksotis nan indah, di bawah pemerintahan Islam dari tahun 92 H/711 M hingga tahun 797 H/1492 M. Kekhilafahan Islam dan dinasti kaum muslimin berhasil mengubah wilayah di daratan Eropa itu menjadi simbol kegemilangan peradaban dan kekuatan umat Islam pada masa itu. Bangunan-bangunan dengan estetika dan kemegahan tegak berdiri. Ilmu pengetahuan dan penelitian berkembang pesat. Para sejarawan yang meneliti negeri Andalusia banyak menceritakan bagaimana umat Islam yang berkuasa di wilayah itu berhasil memberikan sumbangsih bagi kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan yang lebih kompleks di seluruh Eropa (terutama dalam hal kemajuan intelektual).
Daratan Andalusia yang menyimpan begitu banyak jejak-jejak  sejarah yang rasanya perlu untuk dikaji dan dipelajari, tak terkecuali kota-kota tua di dalamnya yang pernah menjadi saksi bisu pencapaian peradaban Islam masa silam. Diantara kota-kota tersebut, kota destinasi [1]pertama yang menarik untuk kita tapaki kisahnya adalah Cordoba.
  Kota yang pernah ditaklukan oleh Panglima perang Tariq bin Ziad ini terkenal sebagai warisan wisata sejarah dengan ratusan uniqueness [2] hasil akulturasi budaya Islam dan Eropa abad pertengahan. Sehingga pantas jika UNESCO meresmikannya sebagai the world heritage site[3].
                Selain itu, Cordoba dikenal sebagai “the greatest center of learning”[4]atau pusat belajar dan kebudayaan terbesar di Eropa tatkala kota-kota lain di Eropa saat itu berada pada masa kegelapan. Kecermelangan peradaban kota ini tak jarang menjadi rujukan bangsa-bangsa Eropa saat itu.
Saat itu Cordoba bagai bunga yang menebar harum di Eropa pada Abad pertengahan sebagaimana digambarkan oleh seorang penulis Lane Poole sebagai the wonders of the world. Berikut  kutipan tulisan Lane-Poole :

"To Cordoba belong all the beauty and ornaments that delight the eye or dazzle the sight. Her long line of Sultans form her crown of glory; her necklace is strung with the pearls which her poets have gathered from the ocean of language; her dress is of the banners of learning, well-knit together by her men of science; and the masters of every art and industry are the hem of her garments.”
·         Islam dan Cordoba
Cordoba –Kordova,  bahasa Arab : قرطبة- awalnya bernama Iberi Bath, dibangun pada era kekuasaan Romawi. Berselang lima abad kemudian, kota ini berada dalam kekuasaan Bizantium dibawah pimpinan Raja Goth Barat. Babak baru dari sejarah dunia dimulai tatkala Islam hadir di wilayah ini pada tahun 93 H atau 711 M. Tampilah panglima Thariq bin Zaid sebagai pembuka daratan Andalusia setelah menaklukan pasukan raja Roderic lewat peperangan sepekan -11 hingga 19 Juli 722 M atau 20 hingga 28 Ramadahan 92 H- di muara sungai Rio Barbate. Zaman pun berlalu hingga tiba era kejayaan Islam di daratan Andalusia (khususnya kota Cordoba yang menjadi sentral intelektual di Eropa dengan perguruan-perguruan yang sangat terkenal dalam bidang kedokteran, matematika, filsafat, sastra, bahkan musik).
Pada masa keemasan Islam di Cordoba, lahirlah para ilmuan dan ulama’ caliber dunia. Beberapa di antaranya adalah Muhammad Ibnu Rusydi, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ibnu Rusydi atau Averrous. Ibnu Rusydi merupakan seorang ilmuwan muslim yang sangat berpengaruh pada abad ke-12. Ia adalah seorang filosof yang telah berjasa mengintegrasikan Islam dengan tradisi pemikiran Yunani. Selain itu lahir pula seorang mufasir ternama yaitu Al-Qurtubi yang menulis kitab tafsir al-Qurtubi. Disusul pakar kesehatan modern, Az-Zahrawi, yang memperkenalkan teknik keperawatan dan menciptakan alat dan teknik terbaru untuk bedah luar dan dalam. Ia menulis buku medis bergambar yang dijadikan referensi oleh pakar kedokteran Eropa.
Beberapa situs  bersejarah di Cordoba
1.      Jembatan Cordoba (Al-Jisr dan Qantharah Ad-Dahr)
Jembatan ini dibangun pada awal  abad kedua Hijriyah tahun 101 H atau sekitar 14 abad silam. Dibangun oleh Gubernur Andalusia As-Samh bin Malik pada masa kekhalifahan Sayyidina Umar bin Abdul Aziz dengan rentangan panjang sekitar 400 m, lebar 40 m dan tinggi 30 m. Yang patut dibanggakan dari jembatan ini adalah kemegahan arsitektur yang melebihi jembatan- jembatan lainnya karena memang jembatan ini dibangun tatkala manusia belum mengenal sarana transportasi dan pembangunan yang canggih dan memadai.

2.      Masjid Jami’ Cordoba salah satu unsur peradaban Cordoba yang sangat penting dan bangunannya masih tetap bertahan hingga sekarang. Masjid tersebut dalam bahasa Spanyol disebut Mezquita, yang diadopsi dari kata masjid. Mulai dibangun pada masa pemerintahan Abdurrahman ad-Dakhil tahun 170 H / 786 M. Kemudian diteruskan oleh putranya Hisyam dan khalifah-khalifah setelahnya.
       
        Masjid Jami’ Cordoba adalah masjid yang paling tersohor di Andalusia, bahkan di seluruh daratan Eropa. Tidak ada masjid kaum muslimin yang menyerupai masjid ini dari segi estetika, luas, dan besarnya ketika itu. Separuh masjid dibuat beratap dan separuhnya lagi tidak. Jumlah lengkungan bangunan yang beratap ada empat belas buah. Dengan 1000 deret tiang (baik tiang yang besar ataupun kecil), ditambah 113 sumber penerangan (penerangan yang terbesar terdapat 1000 lampu dan yang paling kecil memuat 12 lampu) dan ditaburi dengan berbagai ornamen seni ukir yang beraneka ragam. Tentu di balik keindahan itu ada sebuah makna tersirat bahwa keindahan yang tertuang dalam setiap pilar masjid merupakan kelembutan jiwa untuk mencapai kesempurnaan rasa. Hasrat yang tertuang dalam keseriusan membangun tempat itu adalah klimaks betapa indahnya peradaban Islam di Cordoba.
        Satu hal yang tak bisa dipisahkan dari masjid ini adalah mihrab. Konon, mihrab yang masyhur dengan keindahannya tersebut dibuat selama tujuh tahun dan dikerjakan oleh tujuh orang ahli, selain tukang pembantu. Di sebelah utara mihrab terdapat sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa wadah yang terbuat dari emas, perak, dan besi. Semuanya untuk tempat nyala lampu pada setiap malam ke-27 bulan Ramadhan. Di ruangan ini pula terdapat mushaf besar yang hanya dapat diangkat oleh dua orang. Tak hanya itu, terdapat juga mushaf hasil tulisan tangan Utsman bin Affan t. Namun, akhir cerita masjid ini harus berakhir miris karena setelah Reconquista (Penaklukkan kembali Spanyol oleh kaum Kristen), masjid ini dialihfungsikan menjadi sebuah Gereja kategral gotik dengan gaya arsitektur Moor.
3.      Universitas Cordoba
Pada era Imperium Abrurrahman III, berdirilah Universitas Cordoba yang termasyhur dan menjadi kebanggaan umat Islam. Berbondong-bondong mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk mahasiswa Kristen dari Eropa menimba ilmu. Dari universitas inilah, Barat menyerap ilmu pengetahuan. Salah satu mahasiswa Kristen yang menuntut ilmu di Spanyol adalah Gerbert d’Aurillac (945-1003) yang kemudian menjadi Paus Sylvester II.


                Itulah sekilas cuplikan kota Cordoba. Sayang, masa kejayaan itu hanya bertahan 320 tahun dan harus berakhir tragis. Dinasti Umayyah di Spanyol pun akhirnya runtuh akibat pertikaian dan perebutan kekuasaan. Hingga akhirnya pada 1031 M, Islam terusir dan terhapus dari Cordoba.


Referensi:
·          عصرالدولتين الأموية والعباسية  وظهور فكرالخوراج لتأليف علي محمد محمدالصلّابي
·          http://kisahmuslim.com dan berbagai sumber terkait lainnya.






[1] Tujuan
[2] Keunikan
[3] Dikutip dari http://www.ovpm.org/en/spain/cordoba
[4] Sumber: http://www.gonomad.com/2188-c-oacute-rdoba-a-center-of-culture-and-learning-through-the-centuries

0 komentar:

Post a Comment