Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Sunday, June 8, 2014

Indonesia dan Budaya Sosial Media


            Indonesia yang kaya dengan kebudayaan dan tradisi tidak bisa monolak masuknya budaya lain, baik secara utuh ataupun perpaduan sedikit atau banyak. Karena pada dasarnya budaya hidup tumbuh dan berkembang mengikuti populasi zaman dan pelakunya. 
            Sebagai negara besar berpereadaban tinggi lengkap dengan pancasila dan benteng agama, Indonesia memiliki sikap cerdas mengatur mengelola, memilah, mempertahankan dan melestarikan budaya. Sebaliknya, Indonesia juga tegas menilai, mengusir bahkan memerangi budaya yang kurang baik atau bahkan tidak sesuai dengan pancasila, nilai agama dan peradaban.
            KPK merupakan salah satu contoh sikap tegas Indonesia dalam memerangi budaya korupsi yang menjamur di nusantara. Budaya korupsi bagaikan virus berbahaya yang harus segera dimusnahkan, karena jika tidak akan merusak system pemerintahan yang berdampak dapat menghancurkan bangsa dan menyiksa rakyat.
            Konser Shalawat merupakan salah satu contoh kecil menghidupkan, melestarikan dan mempromosikan budaya yang diadopsi dari timur tengah. Meski bukan kebudayaan asli Indonesia, sudah seharusnya budaya ini dibesarkan guna memerangi budaya dangdut yang belakangan ini terkikis dari nilai kesopanan dan bertolak belakang dengan kebudayaan melayu aslinya.
            Sudah selang beberapa tahun ini, Indonesia dan negara di belahan dunia diberi hadiah menarik oleh globalisasi, sebuah budaya baru yang asyik dan menarik lengkap dengan nilai positif dan negatifnya. Ya, budaya sosial media yang mau tidak mau harus diterima dan dinikmati bersama oleh semua pihak.   
            Budaya sosial media ini tidak hanya sekedar dikonsumsi belaka, namun juga melahirkan budaya lainnya, seperti narsis, lebay atau beberapa hal lain yang sarat dengan perubahan bagi manusia saat ini. Tentu kebudayaan baru ini tidak pernah dirasakan dan dinikmani manusia sebelum era modernisasi.
            Sosial media juga menyajikan informasi sekaligus membantu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosial media berpengaruh dalam mengubah tata nilai dan sikap penggunanya. Selain menjadi gaya hidup, budaya sosial media juga mempengaruhi kesenjangan sosial, bagi pengguna dan yang tidak mampu menggunakan atau mengoprasikan sosial media tersebut.
            Budaya sosial media ini juga membantu dan mempermudah tindak kriminal dan harus diwaspadai. Seharusnya dengan adanya sosial media manusia bisa lebih sosial, namun belakangan ini budaya sosial media melahirkan budaya individualistik yang mengesankan bahwa dengan adanya sosial membuat masyarakat merasa tidak membutuhkan orang lain dalam beraktifitas. Padahal manusia diciptakan sebagai makhluk sosial.


             

1 comment:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Budaya Indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetaui lebih jauh mengenai indonesia.Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di http://indonesia.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete