Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Monday, May 26, 2014

Semerbak Sampai ke Tarim


Semerbak Sampai ke Tarim
           
Lantunan Surat Yasin dan Kalimat Tauhid saat acara Haul Abuya Habib Hasan bin Ahmad Baharun ke 15 tak hanya terdengar di kawasan Ma’had Darullughah Wadda’wah, namun juga di negeri nun jauh di sana, Yaman. Kharismatik ulama satu ini memang patut dikenang, perjuangan yang tak mengenal lelah sangat pantas untuk dijadikan suri tauladan bagi siapapun dan di manapun terlebih santri beliau khusunya. Nama Abuya Habib Hasan bin Ahmad Baharun tak hanya harum di Indonesia, namun semerbak sampai ke kota Tarim, Hadromaut.
Acara Haul Abuya Habib Hasan bin Ahmad Baharun yang rencananya diselenggarakan pada bulan safar ini baru bisa diadakan pada bulan jumadil Awwal (05/03/2014) karena beberapa faktor, meski demikian, nuansa di dalamnya benar-benar menambah kerinduan para santri Dalwa yang hadir kepada Abuya Habib Hasan bin Ahmad Baharun dan Ma’had Darullughah Wadda’wah.
Acara yang diadakan di salah satu kediaman Habib Umar bin Hafidz di desa Aidid ini dimulai dengan khataman Al-Qur'an tepat pukul 20:30 waktu setempat, santri-santri Dalwa dan para undangan yang berasal dari Ribath Tarim, Universitas al-Ahgaff, Darul musthofa dan Ribath al-Fath wal Imdad Hauthoh perlahan mulai memenuhi ruangan, berselang satu jam Al-'Allamah ad-Daa'iyah Habib Umar bin hafidz datang, sosok yang ditunggu-tunggu ini langsung duduk mempimpin khataman al-Qur'an.
Acara yang juga dihadiri Habib Abubakar bin Idrus bin Smith (Imam mesjid Muhdhor Tarim), Habib Muhammad bin Smith (Darul musthofa), As-Sayyid Muhammad bin Husen al-Athos Jeddah ini dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh salah seorang habaib yang hadir dan pembacaan biografi singkat Abuya Habib Hasan bin Ahmad Baharun oleh al-Akh Muhammad Hanif al-Athos yang berisi tentang perjuangan beliau, hubungan erat beliau dengan salaf dan ulama besar pada zamannya yang ada di Hadromaut khususnya, dan diteruskan dengan wejangan singkat dari Habib Abubakar bin Smith.
Suasana semakin syahdu dengan ceramah oleh Habib Umar bin Hafidz. “Ustadz Hasan sebagai sosok yang tidak pernah terlena dengan kemegahan dalam berdakwah, meski pada awalnya santri beliau hanya berjumlah enam orang, beliau tetap gigih dan ikhlas dalam mendidik dan membina mereka sehingga Allah memberikan keberkahan pada Ma’had beliau seperti yang kita saksikan bersama saat ini” ucap Habib Umar bin Hafidz saat menyebutkan sifat-sifat mulia Abuya Habib Hasan bin Ahmad Baharun di sela-sela ceramahnya.
Beliau juga menyebutkan hubungan antara Ustadz Hasan dan murid-muridnya: “’alaaqoh bunnuwwaturruh bi ubuwwatirruh al-Muttashil sanaduha ila al-Abb al-Akbarr r (hubungan ruh antara anak dan ayah yang mata rantainya bersambung kepada Pemimpin Agung Nabi Muhammad r), hubungan ini berdiri tegak di atas pondasi Iman yang akan kekal dan bermanfaat sampai hari kiamat”.
Di akhir ceramahnya, beliau mendoakan anak-anak dan keluarga penerus jejak Abuya hasan agar selalu diberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam mengemban amanah besar ini, beliau juga mendoakan Ma’had kita tercinta dan semua santri yang belajar didalamnya agar senantiasa mendapatkan keberkahan dan bisa bermanfaat bagi Umat Sayyiduna Muhammad, Amin ya Robbal Alamin.
Acara berlanjut dengan pembacaan qosidah pujian untuk Abuya Habib Hasan bin Ahmad Baharun dan Habib Umar bin Hafidz oleh salah seorang munsyid, bait- bait yang sangat tepat dengan momentum ini adalah buah karya Ustadz Muhammad Salam, salah seorang staff pengajar di Ma’had Darullughah Wadda’wah yang juga alumni Rubath Darul Musthafa. Acara diakhiri dengan pembacaan Fatihah dan kemudian dilanjutkan dengan hidangan makan malam sekitar pukul 22:45.
Al-Hamdulillah acara ini terselenggara dengan baik berkat kerjasama santri Dalwa yang ada di Tarim dan semua pihak yang turut andil dalam mensukseskan acara ini, khususnya As-Sayyid Mahdi al-Maghrobi yang telah memberikan banyak sumbangsih demi terselenggaranya acara ini. Harapan kami, semoga momentum ini dapat memperkuat ikatan dzohir dan batin antara Abuya dan santri-santri beliau khususnya, juga hubungan Ma’had dan instansi-instansi pendidikan yang ada di Hadromaut umumnya.


Nabil az-Zubaidi



0 komentar:

Post a Comment