Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Thursday, November 28, 2013

Mengenal Penyakit Maag



“Jaga kesehatanmu baik-baik ya…". Sering kali kita mendengarkan seseorang mengucapkan kalimat ini kepada orang lain, sekedar menasehati, atau bahkan seorang ibu tatkala mengingatkan anak-anaknya agar selalu memperhatikan kesehatannya ketika berada di luar rumah. Akan tetapi, tidak jarang juga kita melihat, nasehat atau peringatan ini diabaikan oleh si anak, bahkan tidak sedikit orang dewasa juga melakukan hal yang sama. Disadari atau tidak, kebiasaan melalaikan kesehatan akan mudah mengakibatkan seseorang terkena penyakit. Penyakit Maag misalnya.
Banyak orang menganggap penyakit Maag sebagai penyakit yang ringan dan tidak perlu diperhatikan. Padahal, penyakit Maag bisa menyerang siapa saja. Jika aktivitas terlalu padat dan menyebabkan keterlambatan pada pola makan, maka kerap kali yang akan muncul adalah penyakit Maag.
Di Indonesia, penyakit Maag ini sudah mulai banyak menyerang kalangan remaja sampai kalangan dewasa, bahkan kalangan lanjut usia. Berbagai penelitian telah menyimpulkan bahwa 70-80 persen kasus yang diakibatkan penyakit Maag disebabkan gangguan lambung, dengan faktor dominan ketidakteraturan pada pola makan.

Apa itu Maag?

Maag atau juga yang biasa dikenal dalam dunia medis dengan istilah gastritis adalah sebuah penyakit pada lambung yang diakibatkan oleh gangguan pencernaan khususnya pada usus besar. Dalam istilah lain Maag juga disebut Penyakit Tukak Lambung atau gangguan fungsi lambung. Disebut Tukak (yang berarti Borok), karena ketika mengalami Maag, si penderita sering mengeluh sambil meremas-remas perutnya karena tidak tahan menanggung rasa sakit yang melilit perutnya. Akibatnya, dinding-dinding perut besar akan mengalami lecet atau luka (Borok). Penyakit ini biasanya menyerang tiba-tiba dan berlangsung singkat, namun ada saatnya juga merupakan penyakit yang serius dan berlangsung cukup lama, karena pada situasi ini lapisan lambung mulai mengalami pembengkakan dan peradangan (iritasi).
Secara umum, penyakit Maag atau gangguan fungsi lambung disebabkan karena tingginya produksi kadar asam dalam lambung yang dihasilkan dari beberapa kondisi tidak sehat seperti, pola makan tidak teratur, jenis makanan tidak cocok dan sulit dicerna, jumlah makanan yang dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu sedikit serta tidak bergizi, kebiasaan merokok dan meminum alkohol, serta stres dan kurang istirahat. Ketika seseorang mengalami stres, akan muncul rangsangan pada saraf simpatis NV atau Nervus Vagus yang menyebabkan adanya peningkatan produksi Asam Klorida di dalam lambung. Hal ini akan membuat penderita mengalami mual dan muntah-muntah. Dalam kondisi seperti ini dikatakan bahwa penderita mengalami penyakit Maag dengan level akut. Dalam kondisi yang lain, produksi kadar asam yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan kinerja lambung (organ pencernaan yang berfungsi menyimpan dan mencerna kembali makanan menjadi partikel yang lebih kecil) terhambat, karena asam akan membuat lapisan pelindung dinding lambung (Lapisan Mukosa atau Selaput Lendir) menjadi rusak. Sedangkan dalam kondisi normal, dinding lambung terlindungi dari pengaruh kadar asam yang terlalu tinggi, dan dari enzim yang biasanya terdapat di dalam cairan lambung. Pada akhirnya lambung juga akan mengalami luka yang diakibatkan oleh bakteri (Helicobacter Pylori). Bila luka yang ditimbulkan sampai mengalami infeksi bahkan memunculkan borok yang besar pada lambung, maka akan sangat membahayakan bagi penderitanya karena bisa beresiko terkena kanker lambung. Nah, dalam kondisi seperti ini penderita akan divonis mengalami penyakit Maag dengan level kronis.
Tanda-tanda seseorang mengidap penyakit Maag kronis antara lain, nyeri lambung muncul berulang kali meski sudah diobati; kotoran atau tinja penderita berwarna gelap karena bercampur dengan darah dan pencernaan; muncul rasa sakit kepala, mual, dan selalu ingin muntah-muntah. Ketika penderita ingin memuntahkan kembali material yang sudah dikonsumsi sebelumnya, kadang-kadang bercampur dengan darah atau lendir yang berwarna seperti air kopi. Disamping itu tanda-tanda lain juga akan muncul, seperti pengeluaran asam lambung yang berlebihan, infeksi Helicobacter Pylori (sejenis bakteri yang hidup di dalam lambung , dalam jumlah yang kecil dan bisa bertambah banyak jumlahnya jika makanan yang dikonsumsi terkesan tidak higinis) ketika asam lambung yang dihasilkan lebih banyak sedangkan pertahanan dinding lambung lemah, gangguan gerakan saluran cerna, serta stres psikologis.
Adapun tanda-tanda yang akan ditemui jika penderita itu mengidap penyakit Maag akut antara lain, sering keluar angin dari perut lewat dubur, sering keluar keringat dingin, selera makan hilang, dan setelah makan masih terasa lapar.

Pencegahan Penyakit Maag
Pencegahan penyakit Maag dapat dimulai dari menjaga pola makan secara teratur, jumlah yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan, serta jenisnya pun beragam. Sebaiknya jangan hanya makan ketika sudah merasa sangat lapar, karena membiarkan perut kosong akan membangkitkan asam lambung yang diproduksi menjadi berlebihan, dan asam lambung inilah yang akan merusak dinding lambung. Jangan pula langsung makan setelah melakukan aktivitas berat tanpa istirahat. Usahakan mengkonsumsi makanan-makanan cemilan sebagai selingan antara waktu-waktu makan secukupnya saja. Bila perlu pilihlah menu-menu makanan yang sehat, yang mengandung 50-60 persen sumber karbohidrat, 10-15 persen sumber protein, dan 2-30 persen sumber lemak, seperti buah-buahan, jelly/agar-agar (tanpa pengawet atau pemanis buatan), serta kacang-kacangan. Jauhilah makanan yang bisa membentuk gas karena dapat menyebabkan perut kembung. Hindari mengkonsumsi makanan dengan langsung menelannya tanpa mengunyah terlebih dahulu. Jangan langsung melakukan aktivitas berat setelah makan karena dapat mengganggu proses pencernaan. Tapi, lakukanlah aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 5-10 menit.

Penyembuhan Penyakit Maag
Penyembuhan penyakit Maag bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu membiasakan hidup sehat dengan berolahraga,  menjaga pola makan yang teratur, serta istirahat yang cukup. Cara ini cocok diterapkan pada pasien penderita penyakit Maag usia lanjut karena penderita penyakit Maag usia lanjut memerlukan asupan makanan setiap saat sesuai jadwal yang teratur ; dan bisa juga dengan cara farmakologi, yaitu menggunakan obat-obatan untuk menekan produksi asam lambung atau membunuh kuman yang menginfeksi lambung. Untuk mengatasi nyeri lambung konsumsilah obat antasida atau tetral asam lambung seperti hydrotalcire, yang bekerja langsung pada lambung dan melindungi lambung. Mengadakan konsultasi dengan dokter terutama dalam hal pemeriksaan sinar X, karena siapa tahu si penderita juga sedang mengidap anemia yang turut memperparah kualitas asam lambung.
Pengobatan dengan cara tradisional seperti pemijatan telinga dan mengkonsumsi ramuan herbal juga merupakan sebuah alternatif penyembuhan penyakit Maag, seperti memijat telinga pada wilayah titik lambung, lever, jantung, dan saraf penyeimbang. Proses pemijatannya bisa dibantu dengan alat sederhana seperti pentol korek api, ujung korek api, ujung korek telinga, atau bandul alat pancing. Sedangkan penyembuhan dengan ramuan herbal bisa dilakukan dengan cara berikut ini:
1. Ambil satu genggam Tauge lalu diblender, masukkan satu sendok makan Madu. Minumlah dua kali sehari.
2. Ambil satu Jeruk Nipis lalu dipotong-potong, seduh dengan air panas secukupnya, tambahkan satu sendok Madu. Minum ramuan ini dua kali sehari, pagi dan sore.
3. Ambil setengah jari Bangle, Jahe, Kencur, dan Lempuyang, cuci hingga bersih, lalu iris tipis-tipis. Rebus semua bahan dalam lima gelas air hingga tersisa dua gelas. Minum ramuan ini dua kali sehari, masing-masing satu gelas.
4. Ambil satu pelepah besar Lidah Buaya yang sudah dikupas kulitnya dan dipotong-potong, lalu cuci dengan air garam. Cuci kembali dengan air bersih dan rendam dengan air beras selama satu malam. Esok harinya cuci kembali dengan air bersih dan tiriskan. Setelah ditiriskan, bahan dikukus selama sepuluh menit, kemudian diblender. Lalu masukkan bahan yang sudah lumat ke dalam rebusan air gula yang sudah disiapkan. Minum ramuannya dua kali sehari, pagi dan sore.
5. Ambil tiga lembar Daun Sambung Nyawa kering, 30 gram Daun Jombang kering, dua iris Temulawak kering, 7 lembar Daun Sambiloto kering, 30 gram Pegangan kering, 2 iris Temu Putih, 7 lembar Daun Mimba kering, setengah jari Bangle. Semua bahan direbus dalam lima gelas air hingga tersisa dua gelas. Ramuan diminum dua kali sehari sebelum makan, masing-masing satu gelas.
Selamat mencoba, semoga anda terhindar dari penyakit Maag... Amin...


0 komentar:

Post a Comment