Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Thursday, November 28, 2013

Ketika Kau Turunkan Rahmat, Aku bersujud......

 
Tet … Teeet … Teeet …, Bel pulang sekolah berbunyi, waktu menunjukkan pukul 12.00 siang. Segera aku bergegas mengganti pakaian mengambil air wudhu dan melakukan rutinitasku membaca al-Qur'an sambil menunggu iqomah shalat Dzuhur  di musholla ini cukup besar untuk menampung sekitar seribu orang.
Setelah beberapa lembar membaca aku berhenti sejenak, terlintas di pikrianku.    ''Ya Allah .. begitu nikmatnya kedamaian hati ini jika kulantunkan ayat-ayatmu yang suci. Begitu tenangnya hati ini meresapi isi kandungan kitabmu yang agung. Alhamdulillah Ya Allah aku bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan. Aku bersyukur akan takdirmu yang telah menempatkanku di tempat suci ini. Tempat yang berarti bagi hidupku. Di tempat inilah kudapatkan ilmu pengetahuan, di sinilah aku merasakan kehidupan dengan tujuan yang pasti sebagai manusia yaitu beribadah. Di sinilah tempat yang telah merubahku menjadi lebih mengerti tentang kehidupan dan pengentahuan. Di sini juga aku dapatkan siraman rohani disetiap harinya dari ustadz-ustadzah tercinta. Enam tahun sudah aku menimba ilmu di pesantren ini. Tak ingin diri meninggalkan tempat indah ini. Kumohon Ya Allah...biarkan aku terus merasakan ketentraman hidup di tempat berkah ini untuk selamanya.
# # #
Matahari tepat berada di atas kepala membuat tubuhku gerah saat berjalan menuju kamar seusai shalat. Aku berniat untuk istirahat sejenak sambil membaca buku di atas ranjang.
"Fatimah .. ada telepon untukmu .." teriak syifa anak kamarku yang sedang piket jaga telpon di komplek asrama.
"Iya tunggu …. Jangan ditutup …" Aku segera berlari menghampirinya
“Assalammualaikum..."
"Waalaikumsalam Ummi..." Jawabku girang.
"Fatimah bagaimana kabarnya?" tanya Ummi.
"Alhamdulillah baik, Ummi sama Abi gimana kabarnya ?”
"Alhamdulillah baik juga, begini Fatimah, Ummi nelpon pingin ngasi tau Fatimah kalau ada Orang yang ingin meelamar Fatimah untuk jadi Istrinya" seketika itu hatiku berdetak kencang.
"Insya Allah orangnya baik, Ummi sama Abi setuju. orangnya santun dan pekerja keras. Insya Allah penuh tanggung jawab. Ummi pikir umurmu sudah duapuluh tahun sudah waktunya kamu menikah, bagimana? Fatimah Istikhorohkan saja dulu”
Aku tak tau harus berkata apa, Ya Allah... secepat inikah aku harus menikah?
"Ehm … Fatimah belum tau mi … Fatimah Istikhoroh dulu" jawabku pelan
"Fatimah … jangan kecewakan Ummi sama Abi ya … !”
"Insya Allah Ummi.."
"Ya sudah … Ummi tunggu jawabannya ya .."
"Iya Mi, Insya Allah, Dokan Fatimah ya Mi !”
"Iya …, sudah dulu ya Fatimah, Assalammualaikum”
"Waalaikumsalam .. "
Tanpa sadar air mataku mengarir perlahan, membasahi pipi sampai jilbab biru langit yang sedang ku kenakan.
" Ya Allah.… Inikah waktunya aku menikah? Siapkah aku memasuki kehidupan baru? Sanggupkah aku meninggalkan tempat ini? Sedangkan saat ini aku sedang asyik menikmati kedamaian hidup di sini, haruskah aku pergi?"
# # #
Ketika Allah menurunkan rahmat berupa hujan deras pukul 02.00 malam, dengan suasana sepi dan sunyi, aku bersujud. Hanya berteman suara guyuran hujan deras dan sajadah yang mulai dibasahi air mataku, aku mengadu setelah menunaikan beberapa rokaat, mengadahkan kedua tangan dan memohon dalam doa.
" Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, aku terlalu cinta dengan tempat ini. Tak rela hati ini tuk meninggalkannya. Ya Allah, bukannya aku tak ingin menikah, bukannya aku ingin mengecewakan orang tua. Hanya saja, aku belum siap meninggalkan tempa ini. Belum sanggup berpisah dengan suasana di sini. Aku masih ingin lebih lama menuntut ilmu di bilik ini Ya Allah, berilah aku petunjukMu Ya Allah. Beri petunjukmu Ya Rob!"
# # #
Dua minggu setelah aku menerima telpon dari Ummi, beliau menelponku kembali tapi tidak menanyakan jawaban Istikhoroku. Ummi mengabarkan tentang Orang yang melamarku kemarin telah melakukan kasus korupsi. Ummi kecewa padanya. Selain itu Ummi juga mengabarkan bahwa ada seorang ustadz ingi melamarku. Ustad Ali namanya, beliau mengajar di pondok putra, kata Ummi, Ustadzah Aisyah Yang menjodohkan karna Ustadz Ali masih sepupu dari Ustadzah Aisyah. Kabarnya, setelah menikah kami akan tinggal di samping rumah Ustadzah Aisyah di kawasan pesantren.
"Ya Allah … begitu rahmatnya Engkau. Sehingga engkau tidak memisahkanku dengan pesantrenku tercinta....Terima kasih Ya Rob...!!!"

Selesai

0 komentar:

Post a Comment