Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Thursday, April 12, 2012

Pondok Pesantren Darussalam, Alternatif Pendidikan Islam Kota Bawang




                 Setiap kota memiliki ciri khas tersendiri,begitu juga kota kecil di wilayah kabupaten brebes tepatnya  di Jatibarang. kota yang memiliki history yang sangat kental dengan peninggalan belanda. Di pusat kota, berdiri kokoh bangunan-bangunan tua di area pabrik gula yang sudah beroperasi sejak zaman penjajahan dan hingga kini masih eksis peroperasi mengahasilkan gula guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Tak hanya itu,  kota  ini juga mencetak ulama dan pribadi-pribadi  paripuna melalui perjuangan para ulama dengan dakwahnya dan yang terbesar di antara semua adalah pondok pesantren Darussalam di bawah asuhan KH Sholeh Muhammad Basalamah.
 Syekh Sholeh Muhammad Basalamah, nama ini sungguh tidak asing lagi bagi masyarakat Brebes, melalui perjungan yang sangat melelahkan, beliau mendirikan sebuah yayasan  Pendidikan Islam Darussalam pada tahun 1988, seperti pendidikan islam kebanyakan, madrasah ini dimulai dengan santri yang sedikit, tapi hal itu tidak pernah menyurutkan semangat dan tekad Ustad Sholeh untuk tetap berkhidmad kepada agama melalui madrasah tersebut.
Berselang kurang lebih 11 tahun  madrasah ini menjadi sebuah pondok pesantren yang besar  yang kemudian diberi nama PONPES Darussalam, tepatnya  pada tahun1999 beliau yang akrab disapa Abuya oleh parasantrinya, mulai menerima santri yang ingin tinggal di pondok Darussalam, yang sebelumnya mereka tinggal dirumah mereka masing-masing, layaknya perkembangan jaman, Pondok ini terus berkembang. Baik secara kualitas maupun kuantitas, tercatat Sampai sekarang jumlah santri PonPes Darussalam sekitar 150 orang yang semuanya tinggal di pemukiman PONPES.
Jika kiita melihat kebiasaan Ponpes Darussalam sungguh sangat berbeda dengan pondok-pondok lainnya, kebanyakan pondok-pondok di Indonesia selalu memperhatikan  kuantitas santrinya, tapi tidak dengan  ponpes darussalam, setiap tahunnya pondok  hanya menerima 20-30 santri baru yang kebanyakan dari mereka sudah menyelesaikan pendidikan SMA/MA sederajat, hal ini  dilakukan karena bebrapa alasan, diantaranya  beliau ingin mengenal lebih dekat para santrinya, selain itu pula Ustad Soleh memerintahkan para santri untuk memanggil dirinya dengan sebutan abuya yang artinta bapakku, karena beliau beranggapan dengan panggilan Abuya akan menjadikan santri lebih takdzim dan lebih dekat kepada beliau,
  Ponpes Darussalam mendidik para santrinya dengan cara  menerapkan tarbiyatus salaf,  yang dikolaborasiakan dengan kurikulum yang diadopsi dari pembelajaran di timur tengah, seperti kebanyakan pondok salaf  yang lain, pondok ini juga tidak menyertakan pedidikan  formal, seperti SD bahkan sampai perguruan tinggi, akan tetapi ijazah yang dikeluarkan bisa di gunakan untuk mendaftar ketingkat pendidikan yang lebih tinggi, baik di Indonesia bahkan di timur tengah.
Jenjang pendidikan yang ada di pondok ini  di mulai dari ibtida, tsanawy, dan aliyah, untuk kegiatan sehari-hari, santri wajib bangun  dimulai dari jam tiga untuk melaksanakan shalat tahajjud bersama, dilanjutkan dengan shalat shubuh berjamaah dan membaca awrad (wirid-wirid), setelah meleksanakan shalat. Semua santri mengikuti kuliah subuh dengan sistem halaqoh sesuai dengan kelasnya masing-masing, setelah itu para santri beristirahat untuk mandi, sarapan pagi dan mempersiapkan diri untuk masuk ke kelasnya masing-masing, sebelum memasuki kelas mereka masing-masing, para santri diwajibkan untuk melaksanakan shalat dhuha, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan belajar mengajar yang dilaksanakan sampai pukul 13.00 wib, dan dilanjutkan dengan shalat zhuhur berjamaah, untuk menyelingi kepenatan belajar  para santri diberikan waktu berolah raga setelah mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah dan pembacaan surah waqiah,  setelah sholat maghrib berjamaah, para santri melanjutkan pembelajaran yang sistemnya sama dengan pembelajaran di pagi hari yaitu halaqoh yang disesuaikan dengan kelasnya masing-masing, pada malam rabu para santri dikumpulkan untuk mendengar taui’yah atau sejenis diklat  dari pengasuh pondok, kemudian pada malam kamis para santri melakukan tamrinan khitobah (latihan khutbah) yang bertujuan untuk membiasakan diri mereka sebelum terjun ke masyarakat, untuk pembacaan maulid nabi di lakukan pada malam jumat.
            Selain kesibukan mengurus pondok pesantren, beliau juga memiliki kesibukan lain ,diantaranya beliau mengisi pengajian di beberapa kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Barat seperti Indramayu, Pemalang ,Brebes dan Tegal, bahkan sesekali beliau diundang untuk mengisi pengajian di luar pulau jawa, seperti sumatra dan sekitarnya, bahkan dengan adanya pengajian ini memberikan bantuan yang sangat besar buat operasional pondok, karena Sebagian besar pemasukan pondok ini didapat dari pengajian rutin tersebut, yang diambil dari swadaya para simpatisan jamaah pengajian tersebut dengan cara menyumbang sebesar Rp 1000  di setiap pengajian. Bukan dari situ saja, pemasukan pondok ini juga didapat dari koperasi dan tempat cukur berAC yang sengaja didirikan untuk membantu biaya oprasional pondok.
            Setiap pondok pesantren pasti memiliki visi dan misi , begitu juga halnya dengan pondok Darussalam, sebagaimana hasil wawancara yang kami lakukan dengan pengasuh pondok  yaitu Ustdz Sholeh Basalamah, bahwa visi dan misi pondok ialah menjadikan seluruh santrinya bisa merangkul semua aliran dan juga bisa mengimankan orang islam dan mengislamkan orang yang beriman.
Ustad Sholeh Basalamah lahir di Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah 14 juli 1959M. Putra kedua dari Syekh Muhammad Basalamah, sejak kecil dibimbing langsung oleh kakeknya, ulamak kharismatik syekh Ali bin Ahmad Basalamah.
  Pengalaman belajar yang beliau miliki sungguh tidak di ragukan lagi, setelah lulus SLTP di Jatibarang, melanjutkan pendidikan di YAPI Bangil, Pasuruan, Jawa timur. Setelah itu  beliau menjadi santri salah satu ulama terkemuka di Dunia yaitu  Sayyid Muhammad Al Maliki Al Hasani, yang dimulai pada tahun 1978 sampai 1986.Pada tahun 1994 beliau mengikuti “Tadribuddu’at Al-Alamiyyah”, Training Dakwah Islam Internasional, di Universias Al-Azhar Kairo Mesir.Pada tahun 2007 dan 2009 mengikuti Seminar Internasional tentang Tasawwuf dan Thariqah atas undangan Raja Muhammad As-Sadis dari Maroko.
            Selain dakwahnya yang lemah lembut Beliau juga dikenal sebagai penulis yang sangat produktif, ketika kami wawancarai  keproduktifan beliau tentang dunia tulis menulis, dengan senyuman yang khas beliau menjawab bahwa itu hanya sekedar hobi, sungguh sangat jarang sekali ada hobi yang bermanfaat bagi orang banyak seprti hobi yang dimiliki oleh ustad Sholeh Basalamah, diantara hasil tulisan yang telah di terbitkan adalah:
1.      Tabungan Hari Akhirat (koleksi Hadist-hadist Amal)
2.      Pengantar Ilmu Alquran
3.      Jurus-jurus kehidupan (Pesan-pesan Moral)
4.      Detik-detik Penting Kehidupan Rasullulah SAW
5.      KeampuhanAyat-ayat Allah
6.      Keistimewaan Hari Jum’at     
7.      Sebaiknya anda tahu
           
       Demikian sekelumit tentang Pondok Darussalam dan pendirinya yang kamii bisa tuangkan dalam rubrik dunia pesantren kali ini, semoga Allah SWT selalu memudahkan segala urusan, cita-cita Pondok Darussalam, AMIN..............(zn,md,ar)   

0 komentar:

Post a Comment