Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Friday, April 13, 2012

Otak Yahudi Yang Cerdas, Tradisi Islam yang Ditinggalkan



Bila kita renungkan, golongan manakah yang banyak menghasilkan penemuan spektakuler dalam bidang teknologi, kedokteran politik, ekonomi, sosial dan bidang keilmuan lainnya ? Tentu yang muncul di benak kita adalah bangsa yahudi. Tanpa bermaksud menafikan bangsa lain, memang yahudilah yang dikenal sebagai produsen berbagai penemuan yang spektakuler. Produk seperti internet, google, yahoo, nokia, blackberry, facebook, nuklir dan berbagai penemuan revolusioner lainnya, semuanya merupakan produk yahudi yang sangat bermanfaat dalam kemajuan peradaban dan teknologi seluruh bangsa di dunia. Bangsa yahudi sejak dahulu dikenal sebagai bangsa cerdas yang sangat produktif dalam berbagai penemuan yang bermanfaat bagi manusia.
Pernahkah anda mendengar nama Albert Einstein? Kecerdasan tokoh fisika yang dikenal dunia ini telah mempengaruhi miliaran manusia di muka bumi sebagai tokoh pertama yang menemukan teori relativitas yang banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Lalu siapakah Einstein? Jawabannya adalah orang yahudi. Dalam dunia modern kita mengenal Mark Zuckerberg. Penemu dan pendiri situs social networking facebook yang telah merubah gaya hidup mayoritas penduduk dunia, berhasil membuatnya sebagai manusia terkaya dalam usia yang relatif muda. Sebelumnya tokoh yang memilih drop out dari Harvard university ini berhasil menembus sistem keamanan jaringan Harvard yang dikenal sebagai sarangnya hacker-hacker jenius dunia dan membuat kegaduhan diantara mahasiswa Harvard sedangkan dia dalam keadaan mabuk.
Selain dari realita yang disebutkan diatas, kecerdasan orang yahudi juga mendapat justifikasi dari berbagai kitab suci agama di dunia ini tak terkecuali Al Quran. Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Allah ta’ala telah menjadikan bangsa mereka memiliki kelebihan diatas rata-rata manusia.
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ ( البقرة 47)


“Hai bangsa bani israel, ingatlah akan ni’mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu                      dan bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat"
                                                                                                       [Al Baqarah ayat 47]

Sayangnya, kecerdasan orang yahudi yang di atas rata-rata tersebut seringkali salah disikapi oleh bangsa-bangsa lainnya di dunia. Bagi penganut paham zionisme, yahudi dianggap sebagai bangsa pilihan tuhan yang diberi kelebihan khusus yang tidak diberikan kepada bangsa selain yahudi. Oleh karenanya kecerdasan yang mereka miliki tersebut tidak bisa ditiru. Sementara dalam literatur Islam, kelebihan-kelebihan yahudi tersebut dianggap sebatas istidroj tanpa ada unsur rasionalitas di dalamnya. Kelebihan tersebut diberikan kepada mereka hanya sebatas untuk membuat azab yang mereka terima di hari pembalasan lebih menyakitkan.
Padahal jika kita telusuri lebih jauh adat-istiadat bangsa yahudi, dapat kita tarik kesimpulan bahwa kecerdasan bangsa yahudi bukanlah sebuah mitos atau semata-mata takdir tuhan. Kecerdasan yang mereka miliki tidak tiba-tiba muncul tanpa ada sebab ilmiah. Sebab, pada dasarnya setiap bangsa dan manusia manapun di dunia ini memiliki potensi yang sama yang diberikan oleh Allah ta’ala dalam semua sektor tak terkecuali sisi kecerdasannya. Usaha manusialah yang bisa membedakan nasib, kecerdasan, dan kemampuan antara satu dengan yang lainnya.
Menurut penelitian Dr. Stephen Carr Leon, seorang yang menjalani housemanship selama tiga tahun di beberapa rumah sakit di Israel, kecerdasan yang dimiliki oleh bangsa yahudi telah dibentuk secara turun-temurun bahkan sejak masa sebelum mengandung. Bangsa yahudi sejak dahulu kala telah memiliki tradisi yang memprioritaskan improvisasi kecerdasan keturunan mereka. Doktrin rasisme yang telah ditanamkan dalam diri tiap generasi mengharuskan mereka untuk tidak mengambil keturunan selain dari sesama yahudi yang memiliki kecerdasan seperti mereka.
Disamping menjaga genetika mereka, bangsa yahudi juga memiliki tradisi pembinaan otak sejak masa pra-kelahiran. Sejak masa kandungan, para orangtua yahudi telah terbiasa memberikan pendidikan terhadap janin mereka dengan aktivitas rutin berupa kebiasaan mendengarkan serta bermain musik dan mengerjakan soal-soal matematika yang terus berlanjut sampai masa pasca-kelahiran bahkan sampai sang anak tumbuh dewasa. Disamping itu, mereka juga sangat menjaga makanan yang masuk ke tubuh mereka. Menu makanan mereka merupakan menu pilihan yang telah terbukti dapat memacu kecerdasan mereka serta keturunan mereka.
Bangsa yahudi juga sangat menjaga diri serta keluarga mereka dari barang-barang yang berpotensi dapat merusak kecerdasan mereka. Barang-barang seperti minuman keras, nikotin, maupun rokok merupakan hal yang tabu bagi mereka. Orang yahudi tidak akan segan-segan untuk mengusir siapapun yang nekat merokok di sekitar rumah mereka. Bangsa yahudi juga memiliki solidaritas yang tinggi terhadap saudara mereka. Pantang bagi seorang yahudi untuk merokok di tempat umum. Bahkan apabila seorang yahudi perokok melihat ada seorang wanita hamil di jalan raya, ia akan segera menghentikan aktivitasnya tersebut meskipun ia tak mengenalnya. Satu fenomena yang sangan mengesankan di kalangan yahudi, seorang pecandu rokok akan segera berhenti total ketika mengetahui istrinya mengandung, hal itu terus berlanjut sampai sang anak berusia 7 tahun. Itupun biasanya mereka merasa malas untuk menghisap rokok lagi.
Dalam dunia akademis, Bangsa yahudi memiliki kurikilum pendidikan serta konsep belajar yang sistematis serta selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Pelajar yahudi tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan secara teoritis, mereka bahkan dituntut untuk  memiliki penemuan baru sejak mereka masih duduk dalam bangku sekolah dasar. Prinsip selalu bertanya dan kritis dalam belajar, serta tidak pernah menganggap mutlak teori yang ada, memotivasi mereka untuk selalu melakukan penelitian dan penemuan terbaru yang jauh lebih sempurna. Segala tradisi dan aktivitas yang dilakukan oleh bangsa yahudi diprioritaskan untuk menghasilkan generasi yang benar-benar cerdas dan aktif serta produktif. Orang yahudi akan sangat malu jika memiliki keturunan yang bodoh atau memiliki kecerdasan rata-rata standar bangsa non-yahudi.
Tradisi Islam Yang Ditinggalkan
Dari paparan diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh orang-orang yahudi bukan semata-mata takdir dan karunia tuhan. Lebih dari itu, kecerdasan yang mereka miliki adalah hal yang rasional dan melalui proses yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Bahkan bangsa manapun selain yahudi memiliki potensi yang sama untuk memiliki kecerdasan seperti yang mereka miliki. Namun yang mungkin tak terpikirkan oleh kita, ternyata rahasia kecerdasan orang yahudi tersebut telah diajarkan oleh agama kita bahkan sempat dipraktekkan oleh kaum muslimin selama beberapa abad!!!
Sejak masa Rasulullah Sallalahu ‘alaihi wa sallam, kaum muslimin sudah terbiasa hidup dengan teratur bahkan melebihi kaum yahudi. Sejak kurun awal generasi Islam, tradisi menjaga keturunan serta makanan yang dikonsumsi merupakan prioritas kaum muslimin. Hanya saja, berbeda dengan tradisi yahudi yang bersifat rasional dan berdasarkan pada pengalaman empiris, tradisi kaum muslimin tersebut lebih bersifat metafisik dan didasarkan pada pengejawentahan ajaran Islam. Konsep kafa’ah misalnya, merupakan ajaran Islam yang mengandung hikmah dalam urgensi menjaga keturunan, Konsep waro’ dalam mencari rizki merupakan langkah Islam dalam menuntun ummatnya untuk berhati-hati dalam makanan yang masuk ke tubuh mereka. Apalagi ajaran Islam yang bersifat dogmatis tersebut, lambat laun mulai menemukan rasionalitasnya terutama di era modern ini.
Sebagai agama yang ajarannya bersumber langsung dari Allah ta’ala sang pencipta semesta, tak ada satupun barang yang berbahaya bagi manusia yang tidak diharomkan dalam agama Islam. Jika kita renungkan, dari sekian banyak konsumsi yang diharomkan, khomer  ternyata mendapat perhatian lebih. Berbeda dengan babi dan makanan berbahaya lainnya, khomer memiliki keistimewaan dengan hukuman bagi pelakunya yang ditentukan langsung oleh syariat berupa had. Hal ini tak lain karena pengaruh khomer yang berdampak langsung pada kerusakan akal dan kecerdasan manusia. Secara implisit dapat kita simpulkan, bahwa agama Islam mengajarkan ummatnya untuk memberikan perhatian lebih dalam menjaga akal dan kecerdasannya.
Ummat Islam juga memiliki tradisi mendidik anak mereka bahkan sebelum mereka berada di kandungan. Dalam ajaran Islam, seorang ayah memiliki kewajiban untuk mencarikan ibu yang baik bagi calon anaknya begitu juga sebaliknya. Dalam masa kehamilan, Jika bangsa yahudi merangsang kecerdasan janinnya dengan mendengarkan dan bermain musik, orangtua muslim memembacakan untuk jabang bayi mereka ayat-ayat suci Al Qur’an yang jauh lebih berpengaruh terhadap kecerdasan janin.
Konsep pendidikan Islam bahkan lebih unggul dari pendidikan yahudi, jika bangsa yahudi hanya menitikberatkan pendidikan pada kecerdasan intelektual atau intellectual quotient (IQ), sistem pendidikan Islam memberikan perhatian lebih terhadap kecerdasan emosional atau emotional quotient(EQ) dan kecerdasan spiritual atau spiritual quotient (SQ). Implikasinya, generasi kaum muslimin memiliki variasi kecerdasan yang lebih unggul dari generasi yahudi. Pelajar muslim tidak hanya memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang sholeh. Imam Syafi’i merupakan satu dari ribuan intelektual muslim yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual yang mengagumkan, disamping beliau sanggup menghapal langsung hal apapun yang pernah dilihat dan didengarnya, beliau juga dikenal sebagai sosok yang soleh dan dermawan.
Yang sangat disayangkan, tradisi baik yang bersumber langsung dari ajaran Islam ini telah lama ditinggalkan oleh kaum muslimin. Seiring dengan berjalannya waktu, minat dan semangat kaum muslimin dalam mendalami dan menjalankan sunnah semakin memprihatinkan. Tradisi yang dulunya sempat melahirkan generasi mujtahidin dan ilmuan dengan tingkat kejeniusan dan pengetahuan intelektual yang luarbiasa ini, kini hanya tinggal torehan-torehan emas dalam buku-buku sejarah. Gelar mujtahid yang dulunya berhasil dicapai oleh banyak intelektual muslim, menjadi sebuah strata yang absurd untuk dicapai generasi muslim sejak abad ke 4 hijriah.
Bertolak dari pembahasan singkat ini, ummat Islam harus pandai-pandai membawa diri agar bersikap moderat (tawassuth). Diawali dengan membuka kesadaran bahwa kecerdasan dan hegemoni bangsa yahudi adalah sebuah realita, dan hal tersebut harus diterima sebagai tantangan yang harus dihadapi. Bukan justru melakukan kegiatan kontraproduktif dengan rasa inferioritas dan menjadikan mereka sebagai kiblat. Akan tetapi dengan kembali kepada ajaran Allah ta’ala dan sunnah nabinya Muhammad shollalahu ‘alaihi wasallam. Tentunya dengan konsep yang lebih rasional dan modern, tanpa harus mengorbankan keimanan kita terhadap syariat tersebut atau hanyut dalam modernitas yang bertentangan dengan esensi syariat Islam. Dengan tetap mempertahankan tujuan awwal, yaitu menjalankan syariat Allah ta’ala dan sunnah nabinya Muhammad shollalahu ‘alaihi wa sallam dengan ikhlas.Wallahu A’lam.

47 comments:

  1. Mo tanya aja. Koq saya rasa aneh ya! Islam tu terbitnya mulai kapan, klu dibandingkan terbitnya bangsa yahudi? So cepat mana adat islam vs adat yahudi? klu ibrahim dianggap islam so yahudi ya islam jg dong?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Islam terbit dari awal mula adanya kehidupan ini. Nabi Adam a.s adalah Nabi dan orang pertama yg diturunkan di bumi, beserta Ibu Hawa. Dan mereka beragama Islam

      Delete
  2. ketahuilah,,,
    bangsa yahudi adalah keturunan dari salah satu anak dr nabi yakub yakni yehuda(keturunan yehuda/yahudi yg dikenal dg sebutan bani israel).
    bangsa yahudi adalh bgsa yg sangat kacau pada zamannya.
    suatu bgsa yg telah membunuh nabinya sendiri seperti Nabi Zakariya dan Nabi Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (QS.4:157). Inilah di antara makna bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap kaum beriman ialah orang Yahudi dan musyrik (QS. 5:82).
    Oleh karena itu Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum Yahudi. Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (QS. 2:74). Keras hati kaum Yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (QS. 5:24).

    Dalam buku Qabaih al-Yahud dijelas 12 kejahatan Yahudi yang termaktub dalam Al-Quran. Kejahatan itu adalah sebagai berikut:

    Menuduh Nabi Musa punya penyakit kusta karena tidak mau mandi bersama mereka. (QS. 33:69)
    Enggan melaksanakan Taurat, sehingga Allah mengangkat gunung Tursina untuk mengambil perjanjian yang teguh. (QS.2:93)
    Tidak mau beriman kecuali jika melihat Allah langsung. (QS. 2:55 dan 4:153)
    Merubah perintah agar masuk negeri yang dijanjikan seraya bersujud dan mengucapkan hithah, yakni memohon ampunan. Tapi mereka mengganti perintah itu dengan cara melata di atas anusnya dan mengatakan hinthah, yakni sebutir biji di rambut. (QS. 2:58-59
    Menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina. (QS. 2:67)
    Menulis Alkitab dengan tangan mereka, lalu mengatakan ini dari Allah. (QS. 2:79)
    Memutar-mutar lidahnya untuk menyakinkan bahwa yang dibacanya itu adalah wahyu yang asli. (QS. 3:78)
    Merubah Firman Allah. (QS.2:75)
    Menyembah patung sapi saat ditinggal Nabi Musa mengambil Taurat. (QS.2: 51 dan 92)
    Mengatakan Tangan Allah terbelenggu. (QS.5:64)
    Menuduh Allah itu faqir. (QS. 3:181)
    Menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk mereka (QS.5:24)

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. keturunan bkan berarti mengikuti kan

      Delete
  3. nampaknnya sih begitu

    ReplyDelete
  4. terimakasih artikelnya sangat membantu sekali...

    ReplyDelete
  5. Kecerdasan Yahudi adalah petunjuk kejeniusan untuk berkehendak yang diberikan oleh Allah SWT melalui perantara usaha yang dilakukan orang Yahudi. MAKES SENSE

    ReplyDelete
  6. katanya bangsa yahudi tdk merokok, minum khmr d el el.. untuk menjaga keturunannya agar tetap cerdas..
    tapi bukannya mereka dalang dari pembuatan rokok, sabu, barang-barang haram lainnya..? yang disebarkan diseluruh bumi ini..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  7. suatu isyarat umat islam harus segera berbenah, mengambil kembali alquran dan hadist sebagai cara hidup.
    islam tetap yang nomor satu dan nggak akan pernah disaingi oleh siapapun tak terkecuali yahudi. umat islam bersatulah,,,,,

    ReplyDelete
  8. Mungkin anda salah bergaul :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bergaulnya doi dg ustad solmed x ye:D

      Delete
  9. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  10. Terserah saja kalau anda berfikir demikian, anda sebenarnya tidak bertanya bukan? Karena kalau anda memang mencari kebenaran, hal itu dengan mudah di temukan, tapi menerima kebenaran bukan sesuatu yang mudah ....

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jawaban sederhana

      Semua Nabi itu ada Jaman nya
      Jaman N. MUSA ya ajaran Nabi MUsa
      Nabi Isa ya ikut ajaran Nabi, Isa
      nah skrg kite Hidup di jaman siapa lg klo bukan N. Muhammad Saw
      ya suka ga suka harus ikut ajaran Islam

      ibarat kata masa hari gini pake Hape merk Nokia 3310 ..selagi teknologi udah meroket



      Delete
    2. jawaban sederhana

      Semua Nabi itu ada Jaman nya
      Jaman N. MUSA ya ajaran Nabi MUsa
      Nabi Isa ya ikut ajaran Nabi, Isa
      nah skrg kite Hidup di jaman siapa lg klo bukan N. Muhammad Saw
      ya suka ga suka harus ikut ajaran Islam

      ibarat kata masa hari gini pake Hape merk Nokia 3310 ..selagi teknologi udah meroket



      Delete
  12. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Perilaku ilmiah perlu modal kejujuran >>>> agama adalah perilaku kujujuran. Sebaliknya manusia dalam mewujudkan kejujuran dibatasi oleh kemampuan otak (kecerdasan)

    ReplyDelete
  19. Pada kenyataannya mereka memang bangsa yg unggul. Itulah takdir, berkat yg diberikan Tuhan kpd mereka, dan mereka mengasahnya.

    ReplyDelete
  20. yahudi keterlaluan kejahatannya(terutama yahudi kelompok Elit) pantas dilaknat Alloh SWT

    ReplyDelete
  21. Tradisi baik yang bersumber langsung dari ajaran Islam ini telah lama ditinggalkan oleh kaum muslimin, harus segera dihidupkan kembali melalui pengajian fisik atau media elektronik seperti TV dan internet (radio streaming / Youtube). Sudah sangat mendesak, utamanya buat warga NKRI dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia.

    ReplyDelete
  22. Ulasan yang sangat bermanfaat.
    Dan untuk komentar komentar yang buruk memang seharusnya di hapus.

    ReplyDelete
  23. nama gua titus timotius..menurut gua bangsa yahudi emang bangsa tokcer...hail israel...no offense

    ReplyDelete
  24. Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
    selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di agen.selltiket.com

    INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
    No handphone : 085365566333
    PIN : 5A298D36

    Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

    ReplyDelete
  25. unggul dengan cara menjatuhkan bangsa lain.

    ReplyDelete
  26. ISLAM keturunan tukan tipu... sama kayak yang tulis artikel ini.. menyesatkan...

    Bangsa YAHUDI... suka ada sejak kapan bos... sejak zaman Abraham (Abram) juga sudah ada....

    Trus lo bilang BANGSA YAHUDI.. ikut-ikut kebiasaan ISLAM... kepala lo orang..

    Islam katanya agama terakhir...
    Muhamad katanya Nabi terakhir...
    trus kapan Yahudi niru Islam..

    Dasar Islam Keturunan penipu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasa Anda sangat kasar sekali.
      Jgn pakai emosi kalau menuangkan pikiran.

      Skedar mengingatkan, siapa tau bermanfaat:
      Semua Nabi itu datangnya hanya dari Tuhan yg umat islam sebut dgn ALLAH SWT.

      Mulai dari Nabi Adam sampai Nabi yg terakhir yaitu Nabi Muhammad.

      Dari semua Nabi yg diturunkan, mereka mendapat pesan dari Tuhan utk pengikut/ummat pada zamannya. Pesan tsb disesuaikan dgn kondisi zamannya masing2.

      Nah, nabi yg anda sebut sbg Abraham atau yg oleh umat islam kenal sbg Nabi Ibrahim. Beliau jg merupakan salah satu Nabi yg diutus oleh Tuhan untuk ummatnya (pada zamannya).

      Yg perlu anda ketahui dan ingat adlh, semua Nabi tsb diutus oleh Tuhan Yang Satu. Yg memberikan tuntunan, pengetahuan, peringatan, dan reward. Dan semua ajaran2 Nabi itu pada akhirnya disempurnakanlah pada Zaman Nabi Muhammad SAW. Yg saat ini disebut sbg ummat muslim / islam.

      Jd intinya, semua nabi itu pada dasarnya adalah penganut agama islam. Hanya saja penyebutan kata Islam itu br muncul pada era Nabi Muhammad SAW.

      Saya yakin anda orang yg berilmu dn berakal. Coba deh anda gunakan hati dn akal utk mencari kebenarannya.

      Semoga Hidayah mendatangi anda. Amiiin..

      Delete
    2. Islam adalah agama awal dan akhir. Nabi Muhammad SAW memang Nabi terakhir, tetapi sebelum Nabi Muhammad datang juga ada. Nabi Adam a.s adalah Nabi pertama. Meskipun Anda beragama non muslim, cobalah pelajari mulai dari awal mula Islam sampai hari akhir agar Anda tidak salah mengartikan Islam

      Delete
    3. Agama islam sudah ada sejak sebelum nabi adam diturunkan kebumi...
      Karena islam adalah agama yang dimiliki ALLAH SWT untuk diajarkan kepada manusia.
      ALLAH SWT ada sebelum semua ada...dan ALLAH SWT tetap ada setelah semua tiada...

      Delete
    4. Agama islam sudah ada sejak sebelum nabi adam diturunkan kebumi...
      Karena islam adalah agama yang dimiliki ALLAH SWT untuk diajarkan kepada manusia.
      ALLAH SWT ada sebelum semua ada...dan ALLAH SWT tetap ada setelah semua tiada...

      Delete
    5. This comment has been removed by the author.

      Delete
  27. Supaya kita dapat secerdas bangsa Yahudi, mari kita berfikir dengan menggunakan logika. Logika pertama, Bangsa Yahudi memanggil Tuhannya dengan Yahwe/Hashem (Silahkan cari tahu sendiri atau pergi ke Israel) Sehingga kalau para nabi berasal dari Yahudi mereka pun akan memanggil Tuhannya dengan nama yang sama. Lalu kenapa tiba-tiba banyak yang bilang "Allah" silahakan cari tahu. setelah kita mengetahui itu kita dapat menyimpulkan Agama yang paling rasional/berlogika

    ReplyDelete