Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Thursday, April 12, 2012

Menguak Absurdisitas Pemikiran Ibnu Taimiyyah


Judul                     : at andid biman 'addada at tauhid
Penulis                 : As Sayyid Hasan bin 'Ali as seggaf
Penerbit              : Darul Imam An Nawawi
Tebal                     : 64 Halaman
Peresensi            : Muhammad Syarwani

                Dalam kancah pemikiran intelektual umat islam, nama Ahmad ibnu taimiyyah al harroni tentu bukanlah nama yang asing. Sebab, ide-ide besar sosok yang kontroversional ini mendapat "apresiasi" luar biasa umat islam di masanya maupun kurun setelahnya. Bahkan, hingga saat ini pemikiran-pemikiran beliau masih terus dikaji dan banyak mempengaruhi (baca : mengontaminasi) pemikir-pemikir muslim setelahnya.
                Diantara Pemikiran al harroni tentang teologi yang paling fenomenal adalah konsep klasifikasi tauhid yang diusungnya. Beliau mempunyai pemikiran baru dalam kancah teologis, bahwa tauhid yang merupakan hal paling fundamentalis dalam diskursus teologis diklasifikasi menjadi tiga bagian,  yakni Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid al-Asma’ wal al-Shifat. Dengan konsep ini, seorang yang telah mengakui keesaan Allah ta'ala belum dapat dikategorikan sebagai orang muslim karena ia hanya mengakui tauhid rububiyyah. Seseorang dapat dikatakan muslim jika ia telah mengakui tauhid uluhiyyah dengan tidak menyekutukan Allah ta'ala dalam hal peribadatan.
                Paradigma klasifikasi tauhid ini, oleh para pengikutnya dikatakan sebagai hasil riset beliau ( istiqro ) terhadap nash-nash syariat untuk memudahkan kaum muslimin dalam memahami tauhid. Di sisi lain, pemikiran beliau ini mendapat reaksi keras dari ulama lain karena penuh dengan absurdisitas. Lebih dari itu, ulama yang kontra dengan pemikiran beliau bahkan mengklaim bahwa konsep klasifikasi tauhid tersebut bukan hanya tidak memiliki landasan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, tetapi juga merupakan alat untuk menjustifikasi penkafiran beliau terhadap orang-orang yang tidak sefaham dengannya.
                Para pakar teologi telah banyak menelurkan karya-karya besar untuk menyingkap kerancuan klasifikasi tauhid tersebut. Kajian mereka tersebar dalam banyak literatur yang berlainan. Diantara buku yang secara khusus mengungkap absurdisitas klasifikasi tauhid  ini adalah buku at tandid biman 'adddada at tauhid karangan as sayyid Hasan bin 'Ali as segaf asal yordania.
                Buku ini dimulai dengan prolog berupa penjelasan secara singkat sisi historis serta substansi konsep klasifikasi tauhid tersebut berikut landasan normatifnya. Disamping itu penulis juga mengutip komentar para ulama terhadap pencetus konsep ini dan orang yang berjasa besar dalam menyebarkannya. Tentu uraian pembuka ini akan memberikan pemahaman awal kepada pembaca yang belum begitu mengenal konsep ini akan permasalahan yang akan diuraikan lebih detail pada bagian berikutnya.
                Kajian dilanjutkan dengan mengungkap kerancuan substansial dari klasifikasi tauhid ini dari berbagai persfektif keilmuan. Dalam pembahasan utama buku ini, penulis mengungkapkan kerancuan klasifikasi tersebut melalui pendekatan linguistik, historis, metodologis, serta pijakan ilmiah yang digunakan. Seluruh sisi argumentatif konsep inipun tak luput dari kritik penulis. Di sini penulis terlihat dengan lihai mengungkapkan absurdisitas dari interpretasi al harroni berkenaan dengan argumen yang digunakannya dalam menjustifikasi pemikirannya tersebut berikut menjelaskan interpretasi yang seharusnya dengan referensi yang jelas. Penulis bahkan mengutip konsesus para pakar teologi yang menutup celah bagi kemungkinan kebenaran konsep ini.
                Pada bagian berikutnya penulis menguraikan keracuan ideologi-ideologi yang berdiri diatas konsep klasifikasi tauhid terebut. Seperti ideologi takfir terhadap orang-orang  yang bertawassul, istighotsah dan lain sebagainya, serta akidah tajsim dan tasybih yang merupakan implikasi dari konsep tauhid asma was sifat. Hal menarik lain adalah, penulis juga menyertakan ideologi yang dianut ahlus sunnah wal jama'ah sebagai komparasi berikut pijakan masing-masing, meski tentunya tak bisa lepas dari subjektifitas penulis.
                Terakhir, tidak cukup dengan melakukan kritik sarkastis terhadap konsep tauhid ini, secara implisit penulis juga meberikan vonis takfir terhadap penganut konsep tersebut dengan mengutip pendapat pakar-pakar teologi terhadap bentuk implikatif konsep tersebut. Tauhid asma was sifat terlihat mendapat sorotan khusus. Hal ini tak lain karena klasifikasi tauhid yang terakhir ini memiliki dampak yang paling berbahaya dibanding dua klasifikasi lainnya. Tauhid asma was sifat inilah yang mengiring ibnu taymiyyah serta pengikut-pengikutnya dalam ideologi tasybih yang mendapat kecaman dari semua ulama di eranya, bahkan menyebabkan beliau mendekam di penjara. Di bab ini penulis
                Setelah menguraikan panjang lebar tentang konsep klasifikasi tauhid tersebut berikut absurdisitas yang terkandung di dalamnya, penulis memberikan suplemen bab yang berisi beberapa sampel dari kesesatan yang terkandung dalam komentar buku aqidah thohawiyyah yang ditulis oleh ibnu abil 'iz. Perlu diketahui bahwa beliau adalah salah seorang penerus ibnu taimiyyah yang memiliki andil besar dalam mempertahankan eksistensi pemikiran ibnh taimiyyah serta karyanya menjadi rujukan utama pengikut ibnu taimiyyah dalah hal ideologi. Suplemen bab ini mengindikasikan bahwa buku ini sebenarnya ditulis sebagai counter terhadapa syarah aqidah thohawiyyah tersebut. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan penulis dalam banyak bagian di buku ini.
                Al hasil, isi buku ini mengetengahkan argumen-argumen yang menyingkap absurdisitas pemikiran ibnu taimiyyah tersebut, disamping juga mematahkan tuduhan-tuduhan miring yang sering dilontarkan terhadap pengikut ahlus sunnah wal jama'ah sebagai imbas dari klasifikasi tauhid tersebut. Materi kajian yang begitu komprehensif dan metodologis menjadikannya sebagai buku yang wajib dibaca bagi orang-orang yang bertanggung jawab melindungi ummat dari pemikiran sesat yang terlanjur menyebar ini.

               


0 komentar:

Post a Comment