Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Tuesday, April 17, 2012

Masail Diniyyah Edisi Rabi’ul Awwal 1433 H



Perempuan baca alqur’an dengan pengeras suara
Assalamu’aikum...
Ustadz, di daerah saya kaum ibu rutin melakukan tadarus alqur’an di mesjid menggunakan pengeras suara, padahal saya pernah mendapatkan keterangan bahwa suara perempuan adalah aurat, saya mohon penjelasan ustadz akan hal ini ? syukron
Devi asriati – situbondo
 Jawaban
Wa’alaikum salam
Di negeri kita hal seperti ini  telah menjadi kebiasan di masyarakat, sehingga banyak sekali kita temukan kaum wanita melakukan rutinitas  pengajian di masjid dan mushola dengan menggunakan pengeras suara. Berdasarkan hukum fiqih, maka pendapat terkuat dakam mazhab Syafi’i  menyatakan bahwa suara perempuan bukan termasuk aurot akan tetapi jika dipastikan suara perempuan tersebut akan mengakibatkan fitnah maka diharamkan bagi perempuan tersebut untuk mengangkat suaranya. Dan para ulama sepakat bahwasanya perempuan diharamkan mengumandangkan azan di hadapan laki-laki, lalu apakah membaca alqur’an seperti azan ?. Al-imam Khotib asy syarbini mengatakan, YA membaca Alqur’an di hadapan pria hukumnya seperti azan maka hal tersebut diharamkan (Busyro Al-Karim juz 1 hal 130)  
jika ikan di dalam bak mandi, apakah airnya dapat digunakan bersuci
Assalamu’akailum
Habib Ali yang saya muliakan, untuk menghindari bahaya DBD yang timbul dari jentik-jentik nyamuk, saya meletakan seekor ikan dalam bak mandi di rumah saya, dan seperti biasa ikan ini mengeluarkan kotoran, dapatkah air yang terdapat di dalam bak mandi tersebut digunakan untuk bersuci ?
Abdurahman Umar – jakarta 02153328**
Jawaban
Wa’alaikum salam
 Kotoran ikan hukumnya memang najis, akan tetapi jika ikan diletakkan di sebuah tempat dengan tujuan tertentu yang bermanfaat dan kotorannya tidak merubah salah satu dari
ketiga sifat air yang ada, yaitu tidak merubah warna, rasa, atau aromanya, maka
najis kotoran ikan tersebut dimaafkan, sebagaimana disebutkan oleh Syeikh
Muhammad bin Ali Ba’Athiyyah dalam bukunya Ad-Durratul Yatimah. 
 Dalam kasus di
atas, ikan tersebut diletakkan di dalam bak mandi dengan tujuan untuk
menghindari perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk yang sangat berbahaya.
Bukan, diletakkan tanpa tujuan. Dengan demikian, selama air dalam bak mandi tersebut
tidak berubah warna, rasa, atau aromanya, maka hukumnya tetap suci. Tetapi
jika airnya berubah menjadi keruh karena kotorannya terlalu banyak, atau
aromanya tidak sedap, atau rasanya telah berubah, maka air tersebut dihukumi najis.
Gaji PNS apakah termasuk dalam perdagangan (tijaroh) ?
Pertanyaan
Assalamu’alaikum
Ustadz, suami saya adalah seorang staf di salah satu aparatur pemerintahan (PNS) apakah profesi ini masuk dalam kategori perdagangan ( tijaroh) ? dan apakah hasilnya wajib dizakatkan ?
Ibu Hamidah – jepara 085657895**
Jawaban
Wa’alaikum salam
Sebelum kita membahas masalah ini maka anda harus mengetahui defenisi perdagangan (tijaroh) terlebih dahulu, yang dimaksud dengan Tijaroh adalah memutarkan harta benda untuk mendapatkan keuntungan contohnya seseorang membeli barang untuk dijual kembali dengan maksud mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut. Adapun yang diterima suami anda dari pemerintah adalah gaji dan tidak bisa dikategorikan sebagai perdagangan yang wajib dikeluarkan zakatnya. Namun apabila uang tersebut di simpan kemudian  telah berlalu  setahun dan jumlahnya mencapai nishob yaitu seharga 84 gram emas murni, maka wajib dikeluarkan zakatnya seperti zakat emas dan perak yaitu 2,5 % dari jumlah yang ada.






0 komentar:

Post a Comment