Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Tuesday, April 17, 2012

Ma'haduna Edisi Rabi'ul Awwal 1433 H


Liputan Khusus : Haul Abuya Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun di Tarim, Hadramaut Bersama Al-Habib Umar bin Hafidz

Jasa dan perjuangan Abuya Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun begitu terasa walau beliau telah lama pergi meninggalkan kita. Di setiap tahunnya, pada  Bulan shofar kita mengenang jasa-jasa beliau dengan mengadakan peringatan haul yang tak hanya di gelar di bumi pertiwi,  bahkan juga diadakan di Tarim Hadromaut.
Acara haul Abuya Hasan di bumi Tarim dilaksanakan kamis, 5 Januari 2012 bertepatan pada tanggal 11 Shofar 1433 H bertempat di Dar Al-Habib Salim Al-Aydrus. Peringatan haul yang ke-12 ini semakin istimewa karena dihadiri oleh Al-Habib Umar bin Hafidz dan beberapa dewan guru dari kuliah syari’ah Jami’ah Al-Ahqaf diantaranya Mudirul idaroh Al-Ustadz Abdullah bin Awad Bin Smith, Al-Ustadz Alwy Abdul Qodir Al-Aydrus, Al-Ustadz Muhammad Yahya Ismail As-Suury, Mudirul Ma’had Al-Aydrus Al-Ustadz Abdullah Abdul qodir Al-Aydrus, dan juga As-sayyid Muhammad dan Hamid putra dari Al-Habib Umar bin Hafidz, serta tidak kurang dari seratus lima puluh hadirin.
Sedikit berbeda dengan format peringatan haul di Indonesia, acara ini didahului dengan pembacaan khotmul qur’an dan tahlil. Kemudian disusul penyampaian serangkaian acara yang diawali pembacaan manaqib Abuya Hasan Baharun dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdullah Awad Bin Smith dan Al-Utadz Muhammad Yahya Ismail As-Suury.  Acara diselingi dengan lantunan qosidah sembari menanti kedatangan Ad-Da’i ilallah Al-Habib Umar bin Hafidz.  Setelah kedatangan beliau yang disambut hangat dengan arak-arakan marawis, dihidangkan jamuan makan malam dengan menu utama daging kambing muda (lahm mandy).  Sebelum memasuki acara inti tau’iyyah yang akan disampaikan oleh Al-Habib Umar,  dilantunkanlah beberapa syair sambil mengiringi acara minum teh khas Tarim.
Di dalam ceramahnya Habib Umar menyampaikan beberapa poin penting diantaranya :
1.         Apabila Allah SWT mencintai seorang hamba , maka Dia akan memenuhi hatinya dengan cinta kepadanya, dan menjadikan hambanya itu cinta karenanya. Dan barang siapa cinta karena Allah makan cintanya itu menurut kadar pengetahuannya kepada Allah Ta’ala.
2.         Peringatan haul ini merupakan fenomena ikatan hati yang kuat karena kecintaan murid kepada gurunya.
3.         Berkhidmah kepada guru adalah modal besar dalam berkhidmah terhadap umat.
4.         Banyaknya orang yang menyebutkan sifat-sifat mulia pada diri seseorang merupakan tanda bahwa dia adalah orang soleh dan mulia disisi Allah Azza Wajalla.
5.         Al-Mahabbah as-shodiqoh dapat menuntun pemiliknya kepada akhlaq dan adab yang mulia.
Beliau juga mengenang jasa-jasa Habib Hasan Baharun sebagai jembatan pertama dalam pengiriman santri-santri dari Indonesia keTarim khususnya dan Yaman pada umumnya. Beliau pula yang mengirim santri pertama ke Darul Musthofa, di antaranya Al-Habib shodiq bin Hasan Baharun dan Al-Habib Quraysh bin Qosim Baharun.  Di akhir ceramahnya beliau mendo’akan agar Allah SWT meninggikan derajat beliau, memperbanyak orang-orang seperti beliau dan mendoakan putra, cucu dan santri-santri beliau agar dapat menyambung tonggak estafet dakwah beliau.  Dan tak lupa pula beliau berterima kasih kepada semua pelaksana acara ini dan mendoakan senoga Allah menerima dan membalas amal kebaikan ini. Amin Ya Robbal  ‘alamien.
****
Suasana Ponpes Darullughah Wadda’wah II Ba’alawi terlihat lebih ramai dari biasanya. Pondok yang dikhususkan untuk tingkat Ibtida’i itu dikunjungi para alumni Al-Madaniyyah Ribath Habib Zein Bin Smith dalam rangka menghadiri multaqo rutin per 3 bulan yang diselenggarakan hari Selasa pada tanggal 16 Shafar 1433 H bertepatan pada tanggal 10 Januari 2012 M. Ikatan alumnni yang bernama At-Thoybah ini menyelenggarakan multaqonya di wilayah mereka masing-masing.
Pelaksanaan multaqo yang ke-12 untuk wilayah Jawa Timur pada kesempatan ini diselenggarakan di pondok Dalwa II yang lebih dikenal dengan sebutan Pondok Ba’alawi.  Sebanyak 35 alumni dari 54 jumlah alumni secara keseluruhan untuk wilayah Jatim turut serta menghadirinya. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan maulid kemudian disambung dengan pembacaan Kitab al-Manhaj as-Sawiyy, dan acara berlangsung dari jam 13.00 – 16.00. kesempatan ini dimanfaatkan juga sebagai momen bermusyawarah problem kekinian (masaailul fiqhiyyah) di kalangan para alumni.
Sebagai salah satu alumni Al-Madaniyyah juga menjabat sebagai penasihat umum, Ust. Segaf bin Hasan Baharun menyampaikan, “  Multaqo ini merupakan multaqo yang  ketiga kalinya diadakan di Pondok Ba’alawi, yang mana juga pernah diselenggarakan di Ponpes Sidogiri, Ponpes Langitan, dll.”
Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar.  Dan semoga multaqo ini bisa rutin dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan oleh Habib Zein bin Ibrahim Bin Smith.  Amin Ya Robbal ‘Alamin.
****
“Satu.. Dua... Satu... Dua..”. Aba-aba salah seorang santri saat memberi komando kepada teman-temannya yang sedang menarik sekarung semen dari lantai dasar ke lantai atas bangunan tsanawiyah.  Teriakan para santri memecah kesunyian malam yang sedang asyik bergotong royong  ikut andil dalam menyelesaikan pembangunan gedung ruang belajar di lingkungan ponpes tercinta ini.
Gotong royong dengan kata lain amalul jama’i merupakan kegiatan rutin yang diwajibkan bagi santri Darullughah Wadda’wah untuk turut serta berpartisipasi dalam menyelesaikan pembangunan gedung-gedung dan ruang belajar di lingkungan Ponpes Darullughah Wadda’wah.  Kegiatan ini telah  dirintis oleh Habib Hasan bin Ahmad Baharun dengan tujuan untuk menumbuhkan sifat sosial bergotong royong dan kepedulian terhadap sesama dan yang lebih utama sebagai amal jariyah di akhirat kelak.
Terlihat jelas antusiasme para santri kelas III Tsanawi dalam berkhidmah. Sebagian dari mereka ada yang mengangkut semen atau pasir ke lantai atas, ada yang bahu membahu memindahkan batu bata.  Dan ada juga yang membersihkan bangunan dari sisa-sisa kayu yang dipergunakan untuk menyangga cor-coran.  Kegiatan ini berlangsung sekitar 1 ½ jam – 2 jam, dimulai dari pukul 21.30.  Walau terlihat lelah dan letih akan tetapi kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah mereka.
Ust. Hasan Bashri yang memimpin kegiatan ini menyampaikan, “ Kegiatan ini sudah berlangsung sekitar 2 bulan yang lalu dan dikhususkan untuk santri tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Menjelang ujian kegiatan akan diistirahatkan agar tidak mengganggu konsentrasi belajar santri dan Insya Allah akan disambung lagi sesudah ujian.”
Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan mereka untuk selalu menegakkan dan memajukan syiar-syiar Islam.  Amin.
***

0 komentar:

Post a Comment