Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Thursday, April 12, 2012

Ma'haduna Edisi Dzul hijjah 1432 H



Menjamurnya gerakan pemikiran yang banyak mewabah di tanah air akhir-akhir ini telah menuai kontroversi di mata masyarakat.  Diantara mereka ada yang mengelu-elukan ideologi sebagai kewajiban yang harus dipatuhi.  Di lain pihak ada yang menilainya sebagai penyelewengan-penyelewengan yang melenceng dari koridor syariat Islam.

Sebagai seorang muslim moderat (yang berasaskan ahlussunnah wal jama’ah) janganlah kita hanya menilai dengan sebelah mata terhadap gerakan yang tumbuh subur di tanah air.  Tapi hendaklah kita menilai dari berbagai sisi dengan berasaskan Al-Qur’an, Hadits, Ijma dan Qiyas.
Diantara gerakan tersebut adalah Hizbut Tahrir yang bergerak di bidang politik trans-nasional.  Gerakan yang dirintis oleh Taqiyyuddin an-Nabhani ini memiliki visi dan misi terbentuknya khilafah tunggal di muka bumi.  Kendati demikian yang sangat disesalkan, beliau juga yang menodai Syariat dengan memfatwakan hukum-hukum yang bertolak belakang dengan Al-Quran dan Hadits.  Antara lain beliau memperkenankan bagi ajnaby untuk bersalaman bahkan berciuman baik syahwat maupun tidak, memperbolehkan melihat aurat bahkan bagi mahromnya boleh melihat aurat tanpa sehelai benangpun.  Sebagaimana yang dikutip dari buku HTI Dalam Sorotan.  
Tergeraklah para santri untuk mengadakan diskusi ilmiah dan bedah buku yang berjudul HTI Dalam Sorotan buah karya Ust. Muhammad Idrus Ramli , yang diselenggarakan pada tanggal 18 Juli 2011 di ponpes DALWA  bersama narasumber Ust. Muhibbul Aman.  Beliau selaku Katib PCNU Pasuruan menyampaikan bahwa besarnya semangat juang aktivis-aktivis HT dalam rangka mencetuskan Khilafah Islamiah yang berasaskan syariat islam, akan tetapi mereka sendirilah yang menodai syariat islam dengan menfatwakan beberapa hukum yang melenceng dari koridor Islam.    Wallahu a’lam bis-shawab.

****

Di tengah keterpurukan moral bangsa kita, tumbuh di hati sebagian masyarakat benih-benih semangat untuk memperjuangkan dan melestarikan moral dan pendidikan buah hatinya.  Hal ini terbukti dengan bertambahnya minat orang tua murid untuk menyekolahkan putra-putrinya ke pondok-pondok pesantren, di antaranya ponpes DALWA ini.
Sebagaimana biasa di setiap tahun ajaran baru, ponpes DALWA menerima santri baru yang ingin mengenyam pendidikan di bangku pesantren.  “Alhamdulillah, santri baru tahun ini tidak kurang dari 400 siswa.  Jauh lebih banyak dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.  Ini menunjukkan akan perhatian dan kesadaran masyarakat untuk meneruskan perjuangan da’wah Rasulullah SAW di tanah air tercinta ini.” Sebagaimana yang telah dituturkan oleh Ust. Ismail Ayyub.
Beliau yang juga menjabat KABAG. KESISWAAN menambahkan, “Kami selaku asatidz akan berusaha semaksimal mungkin mengawasi dan memperhatikan para santri dan juga memfasilitasi bagi setiap santri, karena para wali santri telah mempercayakan amanah ini pada kami.  Dan diharapkan bagi santri agar dapat bersabar dan giat dalam menuntut ilmu. ”
Disamping itu para wali santri sangat mempercayakan akan keberhasilan putra-putrinya di ponpes tercinta ini.  Sebagaimana yang telah dikutip dari wawancara dengan salah satu wali santri dari Kraton, Pasuruan, ”Saya tidak hanya mempercayakan anak saya 100% bahkan 1000% kepada Habib Zen Baharun.  Dengan harapan semoga anak saya akan menjadi anak yang sholeh dan berbakti pada orang tua, guru dan masyarakat.  Dan juga semoga menjadi orang alim yang dapat menyambung lisan Rasulullah SAW dalam berda’wah.  Amien Ya Robbal ‘Alamien.
   
****
Mamba’us-shofa itulah nama grup vokal qasidah yang berasal dari Dalwa. Setelah sukses dengan debut album pertama mereka, kini mereka merilis album kedua mereka yang bertajuk SYAUQ AT-TULAAB.
Berbeda dengan album pendahulunya, grup qasidah yang dipimpin oleh Ust. Edi Mahmud ini memadukannya dengan beberapa qasidah hadromy dan makkiyah di album kedua mereka.  Disamping itu, video klip kali ini lebih menitikberatkan pada aktivitas-aktivitas santri dalam keseharian mereka di lingkungan ponpes Dalwa.
Dengan dirilisnya dua album qasidah ini, mudah-mudahan dapat menambah kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.  Sukses selalu buat Mambaus-shofa.

****

Seiring berjalannya waktu, STAI DALWA selalu merentangkan sayapnya di setiap sektor.  Semenjak serahterima jabatan rektor kepada al-Habib Segaf bin Ahmad Baharun M.H.I pada tanggal 10 Februari 2011 terjadi peningkatan yang sangat segnifikan di semua sektor.  Di antaranya, pembenahan struktur kepengurusan STAI DALWA dan juga didirikannya pasca sarjana prodi Magister Bahasa  Arab yang dikhususkan untuk para santri DALWA. 
Adapun tujuan didirikannya prodi MBA :
1.       Meningkatkan kemahiran santri/mahasiswa dalam penggunaan bhs. Arab secara respektif dan produktif.
2.       Membekali santri/mahasiswa dengan ilmu-ilmu yang terkait dengan bhs. Arab dalam tatanan edukatif.
3.       Ikut memperluas sosialisasi bhs. Arab dikalangan masyarakat.
4.     Mempersiapkan tenaga-tenaga ahli bhs. Arab yang memiliki profesionalisme tinggi.

Perguruan tinggi yang terakreditasi B untuk Ahwal Syakhsiyah dan PAI ini memiliki ruangan  yang memadai untuk kantor MBA dan perpustakan terpadu antara pondok dan perguruan tinggi.  Semoga dengan kemajuan ini STAI DALWA dapat selalu eksis di dunia pendidikan dan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam menuntut ilmu di pesantren tercinta ini.

****



  
 
       

0 komentar:

Post a Comment