Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Sunday, January 8, 2012

Masail Diniyah Edisi Sya'ban 1432 H

Talak Via Telepon
1.        Pertanyaan.
Assalamualaikum. Maaf Kyai, saya mau bertanya tentang talak. Bagaimana hukumnya, kalo seorang istri dalam keadaan emosi minta cerai sama suaminya, karana ada konflik di antara keduanya, kemuadian suaminya menjawab; “iya kalo itu mau kamu saya ceraikan” tp pertengkaran itu lewat telpon, bagaiman hukumnya dalam agama, apakah udah sah talaknya? terima kasih (Welly, Bandung)
Jawaban.
Wa'alaikum salam ya akhi, Jadi kalau melihat dari alur cerita anda maka dapat dipastikan sudah jatuh cerainya karena dalam dialog itu tersebut " iya kalau memang itu maumu saya ceraikan " dan saya ceraikan itu termasuk kata talak shorih jadi walaupun tidak diniati talak atau atau diniati yang lain jatuh talaknya walaupun lewat telpon tetap jatuh talaknya. Semoga hal ini dapat dimengerti.
Bersentuhan dengan Bekas Jilatan Anjing
2.        Pertanyaan:
Assalamu`alaikum wr. wb. Habib, ana ada sedikit pertanyaan yang ana kurang faham. Mohon penjelasannya !!
Ana punya teman non muslim, teman ana itu punya anjing  yang berada di dalam rumah dan setiap hari orang itu selalu berinteraksi dengan anjingnya seperti; dijilatin dll. Saat teman ana yang muslim datang, anjing itu pun menjilati tangan teman ana tersebut. Disamping itu, ana yakin teman ana yamg muslim itu tidak mencucinya 7 kali denagn air yang salah satunya dicampur dengan tanah atau debu. Pertanyaannya :
1.        bagaimana hukum ana bersalaman/bersentuhan dengan teman yang non muslim itu (yang punya anjing) apabila tangan dia atau ana basah??
2.        bagaimana hukum ana bersalaman atau bersentuhan dengan tangan teman muslim yang ana yakini dia tidak mencucinya 7 kali??
3.        teman ana yang non muslim pada saat tangannya sedikit basah menyentuh Laptop ana, apakah laptop ana harus dicuci???
Syukron atas jaawaaban Ust. Wassalaamu`Alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh  (Yayan, Jakarta)
Jawaban.
Waalaikum salam, sdr. Yayan. Anjing adalah binatang yang dihukumi najis menurut pendapat kebanyakan para ulama, bahkan dihukumi najis mugholladhoh sehingga jika kita terkena najis tersebut maka kita harus mencucinya sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan debu.
Sedangkan bersalaman dengan orang kafir tidak apa-apa dan apakah tangan kita menjadi najis karenanya? Jawabannya dapat diperinci sebagai berikut;
a.        jika dia tidak melihat sendiri pada tangannya terdapat najisnya anjing maka dihukumi tidak najis karena untuk mengetahui apakah tangannya memegang najis anjing itu atau tidak adalah sesuatu yang menyulitkan sehingga dikembalikan kepada asalnya yaitu asal sesuatu hukumnya suci.
b.        jika kita melihat sendiri tangannya terkena najis anjing, maka kalau bisa dihindari tidak bersalaman kita lakukan itu kalau tidak ya tidak apa-apa bersalaman lalu setelah itu disucikan dengan menyiramnya sebanyak tujuh kali salah satunya dengan bercampur debu. Namun dalam madzhab Maliki anjing itu najisnya seperti najis yang lainnya, tidak perlu dicuci tujuh kali, tapi akan lebih baik jika kita tidak berkumpul dengan orang yang tidak dapat menjaga dirinya dari najis anjing.

Cerai dengan SMS
3.        Pertanyaan.
Assalamualaikum...  Mohon kejelasan hukum dan tindakan selanjutnya bagaimana : apabila seorang suami menceraikan istrinya melalui sms... apakah sah ? talak berapa ? dan istrinya akan memprosesnya kemana? Mohon batuannya. (Ratna, Jakarta Pusat)
Jawaban.
Wa'alaikum salam wr. wb. Saudari ratna semoga Alloh merahmati anda sekeluarga amiin.
Jadi begini, talak dengan sms kalau memang benar dari dia, maka tergantung pada niatnya jika dia niat dengan sms itu menceraikannya maka jatuh cerai, kalau tidak niat tidak jatuh talak.
Jika seseorang suami mengatakan talak pada istrinya tanpa mengatakan bilangan talaknya misalnya "Aku ceraikan engkau" maka dengan kata kata itu dihukumi talak satu, sedangkan kalau sudah jatuh cerai lebih baik anda mengurus cerai tersebut ke Pengadilan Agama. Semoga Alloh mentakdirkan yang terbaik buat anda sekeluarga!
Makmum Sakit Hati pada Imam
4.        Pertanyaan.
Apabila makmum sakit hati pada imam, apakah hukum berjamaah sah? (Nurrohman,  Jogja)
Jawaban.
Wa'alaikum salam saudara Nur Rahman ! Semoga Alloh mengisi hati kita dengan cinta dan kasih sayang terhadap sesama! Begini memang disunnahkan dalam agama hendaknya kita menunjuk seorang imam dari orang yang dicintai oleh makmumnya, akan tetapi jika ada seorang imam yang dibenci oleh makmumnya kita lihat dulu kebenciannya karena urusan pribadi ataukah karena kemaksiatannya. Kalau karena urusan pribadi maka bukan itu maksud agama dan jika karena kemaksiatannya dikarenakan dia adalah seorang yang fasik maka makruh mengangkatnya menjadi imam karena nanti akan menimbulkan unek-unek di hati para makmum sehingga akan meniadakan kekhusyukan dalam sholat. Tapi terlepas dari itu semua, kalau dari segi hukum jamaah dan sholatnya hukumnya sah, dalam artian sah sholatnya dan sah juga jamaahnya. Semoga hal ini dapat dimengerti !
Antara Bakti dan Sakit Hati
5.        Pertanyaan
Assalamua’alaikum ya habib yg selalu dalam lindungan allah swt. ana mau bertannya kpd Hb Ali, ya hb ana punya masalah mengenai ummi ana,ana sama ummi ana sdh lama tdk tgl bersama,setelah aba sama umi ana cerai ,ana tgl bersama halati ana di jakarta & ummi ana di jatim.setelah cerai ummi ana juad lagi sama syd marga alkhirid & mempunyai anak harim.setelah itu ummi ana dicerai juga oleh suaminya.kini setelah adek ana yg harim sdh umur 13 th,tiba 2x tanpa ana tau beliau juad lagi sama ahwal. yg jadi pertannyaan ane gimana sikap ana sama ummi ana,ana gak mau sampai disebut anak durhaka.karena setelah beliau juad sama rejal tsbt,ana belum bisa /berani menelpon beliau dikarenakan ana takut keluar kata2x yg menyakiti beliau.dan ana masih ada rasa hawas kenapa ummi ana tdk memikirkan adik ana yg harim dikarenakan nanti adik ana bisa 2x mengikuti seperti beliau. tolong Hb Ali menjawab permasalahan ana, sungguh ana bingung mau bertanya kpd siapa mengenai hal ini (Fahri, Jakarta)
Jawaban.
Wa’alaikumussalam, seseorang memang dituntut utk berbakti kepada org tua, baik ayah atau ibu, dan didalam berbakti dan berbuat baik kepada keduanya tidak diharuskan keduanya seseorang yang baik dan taat, kalaupun orang tua itu seorang yg suka bermaksiat bahkan seseorang yg berbeda agamapun tetap kita dituntut berbakti dan berbuat baik kepadanya, pernah sayyidatuna Asma’ RA datang kepada Rosulullah SAW dan brekata: ya Rosulullah, sesungguhnya ibuku telah datang kepadaku mengharap kebaikanku padahal dia seorang yg kafir, maka Rasulullah SAW menjawab sambunglah ibumu! di sini Rasulullah SAW menyuruhnya tetap berbakti dan berbuat baik kepada ibunya walaupun dia seorang yang kafir.
Jadi tetap seseorang berbakti dan taat kepada orang tuanya selama si orang tua itu tidak menyuruh anaknya berbuat maksiat kepada Allah SWT, jadi dalam masalah ini lebih baik anda ngomong baik-baik dengan ibu anda tanpa harus menyakiti hatinya dan khususnya bicaralah dengan ibu anda jangan sampai dia mengawinkan adik anda dengan laki-laki yang ahwal seperti yang dilakukan ibu anda.
Adapun urusan ibu anda yang kawin dengan laki-laki yang ahwal itu bukan tanggung jawab anda, biarlah itu berjalan tanpa harus marah kepadanya dan memusuhinya.
Polemik Nikah Mantan Pezina
6.        Pertanyaan
Maaf ustad saya mw tanya.. saya pernah melakukan zina dengan pacar saya.. mungkin karena hati ini dah lelah untuk melakukan hal itu lagi, saya bertobat sesungguh-sungguhnya tiba-tiba di saat saya menjalani tobatan nasuha ada pria yang ingin menikahi saya semata-mata mencari ridho ALLAH.. ikhlas menerima semua kekurngan saya.. pertanyaan saya apa boleh saya menikah dengan orang lain bukan dengan pacar saya yang berzina dengan saya???  (Rasya Kallya Putri, Jakarta)
Jawaban.
Saudari Rasya Kallya, ketahuilah bahwa perbuatan zina termasuk dosa yg paling besar di sisi Allah SWT, tapi tidak ada dosa yg tidak diampuni oleh Allah SWT selain syirk, tapi di dalam bertaubat ada sayrat-syarat yg harus dipenuhi,
1)   dia harus segera meninggalkan dosa tersebut.
2)   dia menyesali perbuatanya karena telah melakukan larangan Allah tidak karena yg lain, barang siapa yg zina kemudian menyesal karena malu dg orang, atau menyesal karena hamil dg sebabnya, atau menyesal terkena penyakit karenanya maka dia tidak di anggap bertaubat
3)   dia niat tidak akan melakukanya lagi seumur hidupnya. Adapun perempuan yg berzinah kemudian dia ingin menikah dg lelaki lain yg ridho ingin menikahinya maka sah sah aja.

0 komentar:

Post a Comment