Majalah al Bashiroh -mencerahkan rohani bangsa-

Translate

Sunday, January 8, 2012

KINERJA SISTEM SYARAF OTAK IDENTIK DENGAN TRANSAKSI ELEKTRIK ?


(Realisasi Keajaiban Ciptaan Allah swt. Perspekstif Ilmuan)

Oleh: Munawwar Kholil

“Sekitar 95% orang dewasa menggunakan hemisphere kiri dalam fungsi berbicara, menulis, memahami bahasa, serta menyadari waktu, ritme dan gerakan kompleks.”

Dalam Al-Quran Allah swt. sering mengajak manusia untuk berfikir dan merenungkan tentang kekuasaanNya yang terealisasi secara jelas melalui wujud nyata ciptaan-ciptaanNya. Orang-orang yang mau berfikir tentang tanda-tanda kekuasaan Allah swt. , niscaya akan memperoleh banyak hikmah. Sebaliknya, orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kekuasaan Allah swt., maka akan termasuk orang-orang yang berbuat fasik. (lihat Q.S. Al-An’am 49). Bahkan di akhir surat Al-An’am ayat 50 secara tegas Allah swt. menyebutkan: “tidakkah engkau berfikir?”
 Manusia perlu menyadari betapa besar karunia dan nikmat yang telah Allah swt. berikan. Sejak dalam kandungan sampai tumbuh dewasa, disadari ataupun tidak, manusia sudah memanfaatkan nikmat dan karunia yang tidak terhitung jumlahnya. Nikmat dan karunia itu perlu disyukuri dengan cara memelihara serta memanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Sistem syaraf otak  manusia misalnya. Dalam sehari sistem syaraf  bekerja maksimal untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh otak tatkala berfikir.
Sistem syaraf otak dengan hampir ratusan meliar sel-selnya memberi kontribusi yang signifikan terhadap kelangsungan daya fikir manusia. Sel-sel ini bekerja secara komprehensif sampai organisme mengalami droop out.
Kejadian sehari-hari dalam kehidupan dapat membuat kita berfikir sejenak. Kita sering melakukan praktek transaksi elektrik untuk memenuhi kebutuhan komunikasi setiap hari. Bahkan dalam sehari dapat dilakukan beberapa kali transaksi. Nah, kejadian yang sama juga dialami oleh syaraf manusia.
Pengiriman informasi berarti kerja sistem syaraf otak manusia. Suatu perubahan dalam komposisi kimiawi dan status elektrik newron. Ada tiga tipe newron: (1) Sensori (mengirimkan informasi dari reseptor sistem syaraf ke otak dan spinal cord; (2) Motoric  (mengirimkan sinyal ke otak yang berupa otot dan kelenjar tubuh) ; (3) Asosiasi newron (dalam otak dan spinal cord) yang menerima kesan dari newron sensori dan menyampaikannya ke newron-newron lain atau newron motorik.
Dalam melaksanakan fungsinya, newron diibaratkan sebagai baterai biologis dimana posisinya sebagai sebuah sistem syaraf yang dapat menerima, memproses, dan/atau memancarkan ke sel yang lain. Sekali setelah kesan ditransmisikan ke newron-newron lain, kelenjar-kelejar otot akan melewati axon (semacam pipa bening) dari sel tubuh ke terminal axon. Kecepatannya (antara 2 – 200 mil/jam) bergantung pada panjang (<1 mm – 1m diameternya,  dan ketebalan myclin (lapisan yang melindungi newron, yang terbuat dari glial cel sebagai “selimut” axon). Axon yang terbungkus myclin mampu mengirimkan pesan sepuluh kali lipat lebih cepat daripada yang tidak terbungkus, karena pesan mesti beralih dari sel-sel  glial yang terpisah dan melalui myclin yang menjembataninya.
Ada tempat khusus yang  akan mempertemukan beberapa newron yang disebut dengan synapse. Akan tetapi kebanyakan newron tidak bersinggungan satu sama lain, yang menyebabkan newron menstimulasi newron terdekat, kelenjar, dan otot.
Pengiriman pesan akan terus berlangsung secara estafet antara sel-sel yang terdapat pada syaraf manusia. Kebanyakan pada kelenjar-kelenjar axon terdapat ujung-ujung percabangan yang membentuk sebuah kesatuan sejumlah terminal axon. Cabang-cabang itu akan menghubungkan newron dengan dendrite dan soma-soma syaraf sel. Nah, sistem inilah yang membawa pesan dari panca indra sampai ke otak.
Lalu, apakah setelah sampai di otak pesan akan pasif dan terhenti dari afiliasi?
Otak manusia adalah organ tubuh yang mempunyai hampir 100 miliar sel (newron), yang setiap selnya memiliki 20.000 cabang (dendrite) yang berfungsi sebagai vibrasi interaksi antar sel. Dalam otak sel membelah diri untuk menghasilkan newron-newron baru 250.000 kali per menit. Proses pembentukan newron dan jaringan kerjanya berlangsung dengan bantuan sel penolong (glial sel).
Dalam melaksanakan fungsinya sebagai vibrasi interaksi antar sel, dendrite akan berhubungan antara satu dengan yang lain melalui protein lemak yang dikeluarkan oleh otak ketika individu menerima informasi. Jika informasi sering diulang dalam bentuk yang serupa, maka protein tersebut akan menebal sehingga informasi mudah dikirim dan diungkapkan kembali.
Di sini, otak menggunakan oksigen dan glukosa sepuluh kali lipat dibandingkan dengan yang digunakan tubuh setiap kali bekerja. Sel-sel syaraf akan berisi dan diliputi dengan persambungan elektrik molekul (berupa sejumlah ion), terutama sodium dan ion pottasium, yang mampu memberikan kekuatan elektrik sekitar 70 milivolt dan membawa kesan informasi dari newron hingga mencapai treshold.
Sebuah syaraf kesadaran kemudian akan menghapus kesan yang menempuh perjalanan rata-rata 225 mill/jam. Para ilmuan mengatakan kecepatan ini bisa diukur dengan gerak langkah. Jika seseorang melangkah, maka otak akan menyampaikan kesan itu dalam seperlima puluh detik.
Kesan-kesan syaraf kemudian secara aktual merupakan kode elektronik yang menyiapkan makna bagi newron untuk mengubah informasi dalam sistem syaraf. Sebuah newron, seperti sel-sel lain, mempunyai selaput tipis yang terbentuk dari partikel-partikel kimiawi, yang memungkinkan beberapa ion untuk keluar masuk newron melalui pori-pori (saluran ion). Ketika sebuah dendrite terstimulasi oleh terminal button, ada sebuah perubahan dalam potensi elektrik sepanjang membran newron penerima. Perubahan ini akan merubah membran dan memungkinkan arah positif ion untuk bergegas ke newron keluaran.
Syaraf-syaraf kesadaran adalah kejadian elektronik pertama sebagai stimulasi-elektrik otak yang mempengaruhi perbuatan. Ketika sebuah syaraf kesadaran mencapai terminal axon, maka akan terjadi peristiwa kimiawi. Potensi kimiawi ini akan mengakibatkan penglepasan newrotransmitter yang kemudian akan mengirimkan newron kepada receptor pada dendrite dan soma syaraf berikutnya. Newrotransmitter ini juga akan menyelesaikan komunikasi berbagai fungsi synapse yang dapat mengirimkan pesan dan membantu peningkatan tindakan komunikatif.
Begitulah sistem ini terus berlangsung untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh otak tatkala berfikir. Wallahu A’alam…

Keterangan:
Receptor

Spinal Cord
Dendrite
Soma-soma syaraf sel
Satu millivolt
Synapse
: Sel Khusus yang “menerjemahkan” energi fisik dari lingkungan ke dalam
  “bahasa elektrokimia”.
: Sinyal; suatu bundel serabut yang besarnya sekitar 18 inci
: Bagian yang menerima masuknya isyarat
: Bagian yang memuat inti

: Sama dengan seperseribu volt
: Sesuatu yang membatasi axon terminal dengan newron dari dendrite            (yang berisi receptor)





0 komentar:

Post a Comment